Utamakan Administrasi Ketimbang Keselamatan Pasien, RSUP Bahteramas Harus Dievaluasi
Keterangan Gambar :

Utamakan Administrasi Ketimbang Keselamatan Pasien, RSUP Bahteramas Harus Dievaluasi

241 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Sistim pelayanan Rumah Sakit Umum Pendidikan (RSUP) Bahteramas yang terkesan lebih mementingkan Administrasi Ketimbang Keselamatan jiwa  menjadi bahan perbincangan masyarakat.

Anggota TNI AD Kodim 1417 Kendari Sertu) Subakri yang merupakan Danru Provos Kodim 1417/KDI saat di rawat di RS karena terluka saat menolong anggota Intel Brimob Polda Sultra, Brigadir R yang diamuk masa aksi Forum Mahasiswa Sultra Bersatu di perempatan Mapolda Sultra

Hal tersebut akhirnya sampai ke telinga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) setelah seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) dari Komando Distrik Militer (Kodim) 1417/ Kendari (KDI), Sersan Satu (Sertu) Subakri yang merupakan Komandan Regu (Danru) Provos Kodim 1417/KDI yang terluka saat menolong anggota Intel Brimob Polda Sultra, Brigadir R yang diamuk masa aksi Forum Mahasiswa Sultra Bersatu di perempatan Mapolda Sultra, pada Selasa 22 Oktober 2019.

Sertu Subakri yang terluka akhirnya dilarikan ke RSUP Bahteramas untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun setibanya di RS terbesar di Sultra itu, anggota TNI AD yang masih menggunakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) TNI AD tersebut justru tidak dapat ditangani sebelum menyelesaikan administrasi.

“Setelah tiba di RS, anggota saya melapor kepada saya bahwa mereka dimintai uang jaminan 500 ribu rupiah sama pihak RS,” kata Danramil Poasia, Kapten Inf Leonardin yang mendampingi korban, Selasa (22/10/19).

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sementara, Muhammad Endang meminta Gubernur Sultra, Ali Mazi untuk mengambil tindakan tegas terhadap pihak RSUP Bahteramas. Tidak hanya itu, selaku wakil rakyat, Endang juga mengusulkan aparat keamanan yang menjadi korban dari insiden itu agar ditanggung biaya perawatannya. Bahkan Endang juga meminta agar direktur RSUD Bahteramas dicopot dari jabatannya.

“Dan ini adalah gunung es dari pelayanan RS kita selama ini, jadi saya minta kepada gubernur untuk mencopot direktur Bahteramas,” kata Endang saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (22/10/19).

Endang juga mengatakan bahwa seyogianya dalam menangani pasien, petugas kesehatan lebih mengutamakan nilai kemanusiaan dan keselamatan masyarakat ketimbang administrasi.

“Bayangkan sajaTNI berseragam lagi melaksanakan tugas negara itu digitukan, apalagi masyarakat. Mereka tidak bisa bertameng ada aturan, ada apa, karena ini manusia yang kita hadapi. Kita selamatkan dulu Ini kejadian luar biasa menurut saya, ini penanganan nya juga diluar biasa,” lanjutnya.

“Dievakuasi lagi RS Bahteramas terkait standar pelayanan, standar prosedur operasional. Karena ini manusia yang ditangani harus dengan cara yang cepat, tepat, dan luar biasa, Gubernur harus bertindak, arus dicopot direktur Bahteramas itu. Harus ditindak tegas oknum petugas yang meminta jaminan itu dan yang menangani,” tukasnya.

Endang juga menghimbau kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah diberi kepercayaan untuk mengelola negara, ataupun daerah harus bisa menjalankan amanah rakyat dengan baik, semua demi kesejahteraan rakyat yang merata.

“Belajarlah ke Anies Baswedan di Jakarta, bagaimana dengan eskalasi yang besar dengan korban yang begitu banyak, tapi kita tidak dengar ada insiden yang memilukan seperti ini. Kita dorong ini supaya secepatnya untuk memberi rasa keadilan kepada semua, kepada pelaku, kepada korban, dan dalam rangka kembalikan situasi jadi kondusif,” ungkapnya