Usut Kasus Penembakan Mahasiswa, Polda dan Gubernur Bentuk Tim Investigasi
Keterangan Gambar :

Usut Kasus Penembakan Mahasiswa, Polda dan Gubernur Bentuk Tim Investigasi

163 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Gubernur Sultra, Ali Mazi saat ini telah membentuk tim investigasi untuk mengusut tuntas peristiwa berdarah yang menewaskan 2 (dua) mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi.

Ketiga Tim Investigasi tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda dimana Tim Investigasi dari Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) bertujuan untuk melakukan pengungkapan secara scientific, Tim dari Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Propam)  bertugas melakukan investigasi terhadap internal kepolisian dan Tim Gabungan yang dibentuk langsung oleh Gubernur Sultra, Ali Mazi yang terdiri dari TNI-POLRI dan beberapa unsur terkait lainnya yang bertugas untuk menyelidiki kasus tersebut.

Dir Intelkam Polda Sultra, Kombespol. Hartoyo. S.IK mengatakan, tim investigasi yang telah dibentuk saat ini tengah bekerja  mengumpulkan bukti dan petunjuk atas kasus yang menewaskan dua mahasiswa yang melakukan Unjuk Rasa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sultra pada Kamis, (26/09/2019) lalu.

“Mereka saat ini bekerja, kemudian dalam proses mereka bekerja tim bersifat terbuka. Tadi Wakapolda sudah menyampaikan surat kepada Ombudsman untuk menyiapkan tim pengawasan untuk mengawasi kegiatan tim investigasi,” kata Kombes Pol. Hartoyo di hadapan ratusan kader Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) yang berunjuk rasa di depan Mapolda Sultra, Senin, (30/09/2019).

Lanjut, Hartoyo mengatakan pihaknya meyakini, Tim yang telah dibentuk akan bekerja secara profesional dan terbuka. Pihaknya juga membuka diri apabila ada tokoh-tokoh masyarakat yang ingin terlibat dalam mengawasi kerja tim investigasi.

“Apa bila ada tokoh-tokoh lain yang berkeinginan untuk mengawasi agar melaporkan, agar kami fasilitasi. Saya yakin mereka bekerja profesional dan kita perlu diawasi,” ungkapnya.