Usai Hearing, Dewan Himbau Pemerintah Komitmen Buat Regulasi Migas
Keterangan Gambar :

Usai Hearing, Dewan Himbau Pemerintah Komitmen Buat Regulasi Migas

51 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Setelah menggelar rapat dengar pendapat bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan pihak terkait, di Gedung Sekretariat DPRD Sultra, Senin (17/4/2017). Komisi II DPRD Sultra menghimbau agar pemerintah berkomitmen menetapkan regulasi resmi atas penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan bermotor dan gas.

Himbauan yang disampaikan oleh dewan ini, bukan tanpa alasan. Sebelumnya tim Komisi II yang turut membidangi sektor Pertambangan dan Perekonomian,  telah melakukan penelusuran di dua Perusahaan Pemasok Gas dan BBM terbesar di Sultra.

Dua perusahaan itu, yakni terminal BBM PT. Pertamina Persero dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) PT. Cahaya International Indonesia.

Setelah melakukan kroscek di dua perusahaan tersebut, dewan menyimpulkan, bahwa regulasi penyaluran Minyak dan Gas (Migas) di seluruh wilayah Sultra ini masih ditemukan adanya temuan pelanggaran.

“Kita sudah melakukan kroscek di dua perusahaan  ini, mereka sudah melakukan tugasnya untuk menyediakan stock. Yang jadi permasalahan adalah tidak adanya pengawasan ketat dalam hal ini terkait penyaluran kepada agen hingga sampai ke tangan masyarakat atau konsumen,” jelas Wakil Ketua Komisi II Abdul Rasyid.

Ditempat yang sama, hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Energi Sumber Daya, Dinas Pertambangan dan Energi Sultra, Andi Azis.

“Kami apresiasi jika pembahasan regulasi oleh Dewan, dengan melibatkan semua elemen SKPD terkait, termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Pendapatan Daerah Sultra, Dinas perhubungan, dan pihak terkait lainnya. Karena penyaluran Migas ini juga harus dicantumkan dengan jelas berapa kuota kebutuhannya masing-masing, agar tidak ada oknum yang memanfaatkan lengahnya pengawasan ini,” jelas Andi

Untuk mengatasi polemic migas ini, DPRD Sultra kini tengah menindaklanjuti persoalan ini, dengan melibatkan dua Perusahaan tersebut untuk selanjutnya melakukan pendataan dan pengawasan terhadap penyaluran kuota migas bersubsidi maupun non subsidi, di seluruh 17 Kabupaten/Kota se Sultra.(B)

About author

Alifiandra Lala

Reporters. Graduated from faculty of science admnstrasi, Haluoleo University, Southeast Sulawesi. Stay on city of Kendari, Southeast Sulawesi. Street in Supu Yusuf 2. I love traveling, writing, poetry and singing. I am very pleased to have the opportunity to work in radarsultra.co.id. Thank you for the trust and the opportunity that has been given.