Update Kasus Penembakan Randi, Lima Polisi Terperiksa Jalani Sidang Disiplin
Keterangan Gambar :

Update Kasus Penembakan Randi, Lima Polisi Terperiksa Jalani Sidang Disiplin

122 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Tidak terasa kasus penembakan Almarhum Randi dan kekerasan yang menewaskan Muhammad Yusuf Kardawi, dua mahasiswa Kendari yang terlibat dalam aksi Unjuk Rasa (Unras) tolak RUU KUHP di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah berjalan selama 21 hari, bagaimana perkembangan dari pihak kepolisian ?

Setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pengiriman barang bukti berupa 3 (tiga) selongsong peluru dan sebuah proyektil ke luar negeri untuk dilakukan uji Balistik, pada Kamis, 17 Oktober 2019, 5 (lima) dari 6 (enam) anggota kepolisian yang menjadi terperiksa dalam kasus tersebut menjalani sidang disiplin di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sultra.

Karo Provos Div Propam Mabes Polri, Brigjen Pol Hendro Pandowo mengatakan, pihaknya konsisten dalam menindak pelaku kekerasan dan penembakan yang menewaskan dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) tersebut.

“Saya kesini yang pertama adalah untuk membangun dialog dengan berbagai elemen di Kendari untuk menjelaskan proses penyidikan sudah sejauh mana, kita pastikan Kehadiran kita waktu itu tanggal 1 Oktober apakah sudah dilaksanakan atau belum, ternyata sampai saat ini prosesnya berjalan dengan baik,” kata Salah satu ketua tim Investigasi bentukan Kapolri tersebut, Kamis, (17/10/2019).

“Proses pemeriksaan enam terperiksa, proses pemberkasan sampai dengan hari ini proses persidangan. Kami sampaikan bahwa sampai saat ini keenam terperiksa itu diperiksa berkaitan dengan membawa senjata api pada saat melaksanakan pengamanan unjuk rasa,” lanjutnya.

Dari 6 (enam) terperiksa, yakni inisial DK, GM, MI, MA, H dan E, lima diantaranya sudah menjalani Sidang Disiplin hari ini, sementara untuk inisial DK akan menjalani sidang di hari berikutnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, keenam terperiksa memang ada didalam Surat Perintah (Sprint) pengamanan Unjuk Rasa (Unras) di depan Gedung DPRD Sultra pada 26 September 2019 lalu, namun Hendro mengatakan keenamnya tidak mengikuti apel pada saat pasukan pengamanan akan diberangkatkan ke lokasi Unjuk Rasa sehingga instruksi Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari dan Pamobvit tidak disimak oleh keenam terperiksa itu.

“Mereka ada di dalam Sprint. Dari hasil tadi pemeriksaan bahwa mereka itu tidak mengikuti apel, sehingga ada instruksi dari Kapolres, Pamobvit bahwa setiap pengamanan unjuk rasa itu tidak boleh membawa senjata api, tapi karena mereka tidak mengikuti apel tapi melaksanakan tugas jadi mereka langsung bergabung sama teman-temannya di DPRD Sultra,” ungkapnya.