Unras Tolak RUU KUHP di Sultra Ricuh, Satu Orang Tewas, Sejumlah Mahasiswa Luka-luka
Keterangan Gambar :

Unras Tolak RUU KUHP di Sultra Ricuh, Satu Orang Tewas, Sejumlah Mahasiswa Luka-luka

90 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Aksi Unjuk Rasa (UNRAS) penolakan RUU KUHP yang berlangsung di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berlangsung ricuh. Ribuan mahasiswa yang terlibat dalam Unras melakukan aksi lempar batu ke arah aparat kepolisian yang sedang menjalankan tugas pengamanan di lokasi Unras tersebut.

Aksi lempar batu yang berlangsung selama Unras berujung pada jatuhnya korban jiwa. Salah satu massa aksi yang masih berstatus sebagai mahasiswa dari Fakultas Perikanan, Universitas Halu Oleo (UHO) dinyatakan tewas setelah sebutir peluru bersarang tepat di bagian dada sebelah kanannya.

Identitas korban belakangan diketahui bernama Randi, mahasiswa semester 7 (tujuh) asal Desa Lakarinta. Berdasarkan informasi yang diperoleh Radarsultra.co.id, korban dilarikan ke Rumah Sakit Korem pada pukul 15.30 Wita, dan dinyatakan meninggal pada pukul 15.45 Wita.

Kepala Perwakilan Ombudsman Sultra, Mastri Susilo yang ditemui Awak media pasca jatuhnya korban jiwa mengatakan korban hanya sempat menjalani perawatan selama kurang lebih 15 menit hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia, selain korban meninggal, menurut Mastri ada seorang korban yang juga dalam keadaan kritis.

“Dia (Randi) hanya menjalani perawatan 15 menit, lalu dinyatakan meninggal oleh dokter. Iya, satu orang lainnya juga sedang dirawat intensif. Dia kritis, karena bocor kepalanya,” ujar Mastri, Kamis, (26/09/2019).

Sampai saat ini, belum bisa dipastikan, apakah korban terkena tembakan peluru karet atau peluru tajam.

Untuk diketahui, aksi Unras penolakan atas RUU KUHP diikuti oleh ribuan mahasiswa dari UHO, Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Politeknik Kesehatan Kendari, IAIN Kendari, STIKES Mandala Waluya, serta berbagai element lainnya seperti HMI, KBM Teknik Sultra, LMND, IMM, dan siswa SMK atau STM.