Tuduhan Pencabulan Kepsek SKO, Terindikasi Kepentingan Oknum
Keterangan Gambar :

Tuduhan Pencabulan Kepsek SKO, Terindikasi Kepentingan Oknum

177 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id- Kasus tuduhan pencabulan dua siswa oleh Mantan Kepala Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Konawe Selatan (Konsel) Prov. Sultra dianggap terindikasi kepentingan oknum.

“Saya yakin, ini hanya permainan sebagian oknum, sebab ada kepentingan didalamnya. Pastinya yang ingin menjadi kepala sekolah di SKO, sehingga saya difitnah melalui rekaman cctv tersebut,” ungkap Aslan mantan kepala sekolah SKO Konsel, Kamis (30/11/2017).

Ia mengatakan, dalam rekaman video CCTV tersebut memang terlihat dua orang siswi yang keluar dari ruangan. Tetapi tidak berarti membuktikan dirinya melakukan kasus asusila yang dituduhkan.

“Ini hanya permainan pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan video cctv tersebut. Saya akui malam itu saya keluar dengan siswi saya dari dalam ruangan saya, namun tidak pernah sama sekali berbuat keji kepada siswa. Saya hanya memberikan arahan dan masukan kepada siswi saya, dan kebetulan mereka itu siswi yang saya latih dan bimbing untuk persiapan lomba,” katanya.

Aslan menegaskan, hal ini merupakan pencemaran nama baik atas tuduhan kasus pencabulan kepada siswanya. Dan atas kasus ini, ia tidak lagi menjadi kepala sekolah di SKO.

“Sekarang saya hanya guru biasa di SMA 10 Kendari, bukan lagi kepala sekolah. Dan saya tegaskan, bahwa saya tidak pernah melakukan kasus pencabulan, dan saya siap diperiksa oleh pihak berwajib kalau perlu silahkan melakukan fisum terhadap kedua siswi tersebut. Intinya saya akan terus berusaha mencari tau siapa dalang dibalik semua ini,” tegasnya.

“Sebelum saya diberhentikan dari jabatan kepala sekolah SKO, tidak pernah ada surat panggilan dari kepala dinas terkait hal tersebut. Tiba-tiba ada SK bahwa saya tidak lagi menjadi kepala sekolah di SKO, tentunya hal ini benar-benar mencurigakan,” tutupnya.

Untuk diketahui, Aslan telah melakukan laporan keberatan secara lisan ke Polda Sultra atas tuduhan pencabulan tersebut. Dan akan terus mengumpulkan bukti-bukti agar benar-benar diproses secara hukum.

About author