Transaksi Narkoba di Kota Kendari Berhasil Digagalkan
Keterangan Gambar :

Transaksi Narkoba di Kota Kendari Berhasil Digagalkan

Editors choice
647 views
0

Kendari-Radasultra.co.id – Transaksi narkoba di depan Pertamina THR berhasail digagalkan oleh Sat Res Narkoba Polres Kendari pada tanggal 14 Januari 2017 lalu. Barang bukti yang ditemukan oleh pihak Polres berupa satu paket narkotika jenis sabu dengan berat 0,68 gram

(KetGam: Satu paket narkotika jenis sabh berhasi diamankan)

Transaksi narkoba yang dilakukan di Jalan Budi Utomo depan pertamina THR tersebut berhasil digagalkan pada hari Sabtu jam 23.25. WITA oleh Sat Res Narkoba Polres Kendari.

Kasat Reserse Narkoba Polres Kendari, AKP. Jumardin, (14/01.2017) saat memberikan penjelasan mengenai kronologi penankapan kepada dewan pers mengatakan bahwa saat penggerebekan anggota menemukan tersangka sedang melakukan transaksi dan tidak berlangsung lama, pelaku berhasil diamankan.

“Pada saat itu hari Sabtu tanggal 14 Januari sekitar jam 23.25 WITA anggota berjalan menuju THR Jalan Budi Utomo depan pertamina THR, saat anggota kesana mereka menemukan tersangka akan melakukan transaksi. Saat akan dilakukan penangkapan, tersangka melepaskan barang bukti hingga jatuh ke jalan aspal,” kata Jumardin.

Berdasarkan pengakuan tersangka, hasil transaksi akan dijual kembali dengan harga 900 ribu rupiah. Tersangka berinisial N (29) berprofesi sebagai honorer di Kantor Depag Kanwil Sultra ini juga positif pengguna sabu. Dalam kasus ini, tersangka berfungsi sebagai pengedar narkoba wilayah local wilayah Kendari.

Menurut informasi dari tersangka, barang haram tersebut diperoleh dari seseorang berinisial A di Kota Kendari dengan cara membeli.

Untuk penindakan selanjutnya pihak Polres Kendari akan melakukan pemeriksaan secara detail terhadap tersangka di laboratorium Makasar dan melakukan pengembangan tentang jaringan narkoba tersebut.

“Selanjutnya kita akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut secara detail di laboratorium Makassar dan kemudian akan dilakukan pengembangan tentang jaringan-jaringan narkoba tersebut,” pungkas Jumardin

Perbuatan tersangka dikenakan pasal 114 ayat 1 subsider 112 ayat 1 UU N0 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman seumur hidup atau 20 tahun penjara. (B)