Tolak Radikalisme, Ribuan Mahasiswa Se-Sultra Padati Kuliah Akbar di Hari Sumpah Pemuda
Keterangan Gambar :

Tolak Radikalisme, Ribuan Mahasiswa Se-Sultra Padati Kuliah Akbar di Hari Sumpah Pemuda

0

Kendari, Radarsultra.co.id – Dihari Sumpah Pemuda ribuan mahasiswa se-Sulawesi Tenggara (Sultra) peserta Kuliah Akbar Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme padati pelataran eks MTQ Kota Kendari , Sabtu (28/10/2017).

Kuliah akbar tersebut dihadiri oleh 32 perguruan tinggi se-Sultra beserta rektor dan pejabat-pejabat penting di Sulawesi tenggara seperti Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur Sultra, Saleh Lasata, Kepala Kepolisian Daerah, (Kapolda) Sultra, Brig Jend Pol Andap Budhi Revianto, dan beberapa pejabat Sultra lainnya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).

Kapolda Sultra, Brig Jend Pol Andap Budhi Revianto dalam Sambutannya di hadapan ribuan mahasiswa peserta kuliah akbar tersebut mengajak pemuda dan pemudi Indonesia untuk bersatu melawan ancaman isu radikalisme dan perpecahan adu domba yang ingin mengubah pancasila.

“Kita harus bangkit dan melawan informasi hoax yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Ancaman terbesar saat ini adalah, adanya propaganda yang mulai menciptakan isu perpecahan,” ucap Kapolda, Sabtu (28/10/2017).

Foto : Emil Rusmawansyah / Radarsultra.co.id

Di kesempatan yang sama, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Nur Halim dalam Pidatonya juga menyampaikan betapa pentingnya peran Mahasiswa dan pemuda-pemudi dalam menjaga ideologi bangsa dan melawan Radikalisme di era perkembangan teknologi ini.

“Marilah kita bersama-sama satukan suara melawan radikalisme dengan bersama sama mengucapkan kata Satu Kita Satu Indonesia,” seru Nur Halim.

Kuliah akbar tersebut berlangsung kurang lebih dua Jam dibawah terik matahari mulai dari pukul 14.00 WITA hingga pukul 16.00 WITA.

Sebagai penutup kegiatan, Sambutan PLT Gubernur Sultra, Saleh Lasata pun dibacakan oleh perwakilannya dimana dalam sambutannya Saleh Lasata menyampaikan harapannya setelah diselenggarakannya kuliah akbar tersebut.

“Tidak ada kompromi dengan disintegritas, tidak ada kompromi dalam perpecahan. Melalui kegiatan ini kami berharap tidak ada lagi peluang bagi oknum-oknum yang menginginkan perpecahan di NKRI,” tutupnya. (A)