Tokoh Milenial Butur, Raih Gelar Doktor dengan Penuh Perjuangan
Keterangan Gambar : Dr. Muhammad Rajab Rusman, SKM., M.Kes (kiri ujung)

Tokoh Milenial Butur, Raih Gelar Doktor dengan Penuh Perjuangan

257 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Tekad yang kuat dan kerja keras untuk meraih cita-cita akhirnya berbuah manis dan mengantarkan salah satu putra terbaik Kabupaten Buton Utara (Butur) Dr. Muhammad Rajab Rusman, SKM., M.Kes meraih gelar Doktor di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Ketgam: Dr. Muhammad Rajab Rusman, SKM., M.Kes

Lahir dari keluarga sederhana pada 15 Mei 1980, di Lipu, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan keterbatasan ekonomi, Rajab kecil mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga SMA dengan penuh perjuangan. Dari kehidupan yang keras itu lahir cita-cita Rajab untuk meraih gelar tertinggi dalam dunia pendidikan.

“Cita-cita menjadi doktor ini lahir dari sejak sekolah di SMA untuk menjadi doktor bahkan profesor,” kata Rajab kepada radarsultra.co.id, Kamis, (20/08/2020).

Setelah tamat SMA, demi mewujudkan cita-citanya Rajab memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang belum pernah dikunjunginya dan dikenalnya hanya dari nama.

Di Makassar, Rajab melanjutkan pendidikan Strata Satu (S1) di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar. Untuk dapat bertahan hidup dan tetap berkuliah dalam himpitan ekonomi, Rajab sampai harus tinggal di Musholah Kampus dan Wisma Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Makassar dan nyambi jadi tukang becak demi memenuhi kebutuhan hidup di Kota Makassar.

Menjadi penjaga musholah dan tukang adzan di musholah kampus. Kalau sudah pulang kuliah, saya jadi tukang becak untuk kebutuhan makan sehari-hari. Modal utama berani kuliah adalah banyak berteman dan berorganisasi,” kisahnya.

Dengan kesabaran dan kegigihan, Rajab berhasil Menambahkan gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) di ujung namanya menjadi Muhammad Rajab Rusman, SKM.

Satu tingkat tercapai, Muhammad Rajab Rusman, SKM kembali melanjutkan pendidikan Strata Dua (S2) di Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Kehidupan keras pun kembali dijalaninya dengan sabar dan ikhlas, numpang tinggal di Musholah dan menjadi tukang becak masih menjadi strategi untuk bertahan hidup di Kota Makassar hingga ia berhasil meraih gelar Magister Kesehatan (M.Kes) di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas)

Kalau kekampus hanya dengan modal jalan kaki sejauh 5 (lima) kilo meter di kota Makassar,” bebernya.

Dengan semangat dan motivasi yang tinggi, Dr. Muhammad Rajab seakan tidak ingin berhenti berkutat di dunia pendidikan hinga meraih gelar Doktor, namun nasib berkata lain, saat mendaftarkan diri untuk program Doktor di Makassar, Dr. M. Rajab dinyatakan tidak lolos dan perjalanan studinya harus terhenti.

Setelah itu saya selesai saya sebetulnya ingin melanjutkan terus sampai di Strata Tiga (S3), pada tahun 2008 saya selesai S2 bahkan saya sempat tes di program S3 Unhas namun pada saat itu saya belum bisa tembus, lolos, hanya satu perkataan yang disampaikan oleh ibu saya yang selalu saya ingat apakah kamu mau kerja dulu atau mau sekolah terus, dengan itu maka sebagai anak, saya harus patuh pada kedua orang tua, kepada ibu, apa lagi ibu yang sudah memberi saya sinyal untuk mau bekerja sehingga saya memutuskan untuk kerja dulu dan saya tes PNS lolos tahun 2009, itulah yang kemudian menjadi motivasi saya,” lanjutnya.

Setelah dinyatakan tidak lolos dalam program Doktor di Makassar, sesuai nasehat ibunya, Dr. M. Rajab memutuskan untuk bekerja dan mencoba peruntungan pada seleksi CPNS di Kabupaten Buton Utara. Nasehat seorang ibu adalah kunci kesuksesan seorang anak, Dr. M.Rajab akhirnya lolos dan menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Buton Utara dan Petualangan Studinya kembali dimulai.

Setelah itu saya bekerja, saya lolos PNS, 5 tahun bekerja saya nekat kembali untuk mengambil program Doktor di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari pada 2014, setelah 5 tahun bekerja saya memutuskan untuk kembali mewujudkan apa yang menjadi niatan awal saya, cita-cita saya untuk menjadi doktor dan menyelesaikan puncak tertinggi saya di bidang akademik,”

Ketgam: Dr. Muhammad Rajab Rusman, SKM., M.Kes

Dr. M. Rajab akhirnya diterima di UHO dalam program Doktor Manajemen Pemsaran dan perjuanganpun dimulai. Selama menjalani perkuliahan program Doktor di UHO, Dr. M. Rajab yang notabenenya sebagai seorang PNS di Buton Utara harus menempuh perjalanan puluhan bahkan ratusan kilo meter dari Kabupaten Buton Utara ke Kota Kendari.

Lalu kemudian pada saat saya mengambil S3 ini terus terang hiruk pikuk suka duka saya alami ketika saya melintas dari Buton Utara ke Kendari dengan menggunakan motor, jadi setiap Minggu dua kali saya pulang pergi. Begitu kerasnya dulu sampai belum ada kapal feri kita harus angkat-angkat motor naik di katinting, lalu kemudian menyebrang ke daratan Kabupaten Konawe Selatan dan melanjutkan perjalanan ke Kota Kendari,”

Disertasi Dr. Muhammad Rajab Rusman, SKM., M.Kes berjudul “Pengaruh Strategi Pemasaran dan Faktor Sosial Budaya Dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Pasangan Usia Subur di Kabupaten Buton Utara” ia berhasil meraih gelar Doktor dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,62.