Tinjau Perbatasan, Abu Hasan Pastikan Penjagaan Ketat di Pintu Masuk Butur
Keterangan Gambar : Tinjau Perbatasan, Abu Hasan Pastikan Penjagaan Ketat di Pintu Masuk Butur

Tinjau Perbatasan, Abu Hasan Pastikan Penjagaan Ketat di Pintu Masuk Butur

82 views
0

Butur, Radarsultra.co.id – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTC-19) Kabupaten Buton Utara (Butur), Abu Hasan meninjau langsung pintu-pintu masuk ke Kabupaten Butur pada Kamis, (16/04/2020).

Bupati Buton Utara, Abu Hasan saat tinjau perbatasan di Pintu Masuk Butur

Untuk mencegah masuknya Covid-19 di Kabupaten Butur, Abu Hasan memastikan semua pintu masuk di Kabupaten Butur yakni pintu masuk Ronta, Mata, Mata Lagi, Pelabuhan Feri Labuan di Wakorumba Utara, dan pelabuhan Waode Buri akan dijaga ketat oleh aparat TNI-POLRI dan tenaga medis.

Dipintu-pintu masuk tersebut, GTC-19 Butur telah menempatkan minimal 2 (dua) personil Polisi dari Polres Butur, kurang lebih 5 TNI dari Kodim Butur, dan dibantu dengan tenaga medis dan Satpol-PP.

Ini tempat (pintu-pintu masuk Butur) tidak boleh sepi, ini harus ada yang jaga, di gilir apakah pagi sampai jam 12, kemudian jam 12 sampai sore, terus sore sampai jam 12 malam, Pol PP harus di tugaskan nanti kita akan atur, silahkan di fasilitasi termasuk TNI, Polisi dan tenaga medis,” ungkap Abu Hasan, Kamis, (16/04/2020).

Abu Hasan menambahkan, penanganan dan pencegahan Covid-19 tidak cukup dilakukan di pintu-pintu masuk saja, sebagai Bupati Butur dan Ketua GTC-19 Butur, ia juga telah memerintahkan seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat RT/RW untuk memantau pergerakan masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing.

Jadi kalau saya, jajaran dari bupati dan semua dinas, semua camat, semua kades, lurah, RT/RW saya sudah gerakan, paling tidak RT/RW itu memantau setiap orang yang datang, yang masuk di wilayahnya, kalau ada yang datang terus dilaporkan ke desa, kelurahan untuk diisolasi mandiri,” kata Abu Hasan.

Untuk diketahui, hingga saat ini kasus Covid-19 di Butur tersisa 11 kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dari total 74 kasus ODP dan 8 kasus Orang Tanpa Gejala (OTG).