Tidak Memiliki Setifikat Kompetensi, Perusahaan dilarang Mengikuti Tender
Keterangan Gambar :

Tidak Memiliki Setifikat Kompetensi, Perusahaan dilarang Mengikuti Tender

73 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id : Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) menerapkan peraturan tentang perusahaan-perusahaan yang ingin mengikuti tender harus memiliki sertifikat dan tenaga teknik yang bersertifikasi.

Buhardiman, Ketua LPJK Prov. Sultra, menegaskan bahwa perusahaan yang tidak memiliki sertifikat kompetensi, secara otomatis tidak bisa mengikuti tender atau proses lelang proyek, dimana sudah diatur dalam UU Nomor. 18 Tahun 1999 tentang jasa konstruksi yang kokoh, handal dan berdaya saing termasuk sektor jasa konstruksi di Sulawesi Tenggara.

“Meskipun secara skil / ahli dibidangnya tetapi tidak mempunyai sertifikat kompetensi maupun pekerja di sektor konstruksi yang sebagaimana diatur, maka perusahaan tersebut otomatis tidak akan diloloskan untuk mengikuti tender,” tegas Buhardiman saat dimintai keterangannya oleh awak media, Selasa (10/1/2017).

Berdasarkan data statistik tahun 2016 jumlah pekerja disektor konstruksi se-Sultra mencapai 72.427 orang, berbanding terbalik dengan fakta dan hanya sekitar 4.284 yang memiliki setifikat LPJK Sultra.

Buhardiman juga mejelaskan estimasi dari jumlah badan usaha sekitar 3.052, idealnya masing – masing badan usaha mempunyai empat sub bidang, dari total keseluruhan 12.000 orang pekerja yang harus memiliki sertifikat maka ada rasio kurang lebih 8.000 orang.

“Dari data rasio 8.000 orang itu, maka ini menjadi tantangan bagi LPJK untuk mengimbau kepada semua asosiasi baik diperusahaan untuk segera merekrut tenaga yang sudah mempunyai pengalaman, keahlian” ungkap Buhardiman.

Tahun ini LPJK akan berencana untuk menambah jumlah dari 4.285 orang, meningkat paling sedikit 1.000 orang disetiap tahunnya, dengan terus mengadakan pelatihan-pelatihan yang berkerjasama dengan pemerintah daerah. (C)

About author