Tiba di Konawe Utara, 80 Ton Logistik Diharapkan Bisa Stabilkan Harga yang Sempat Meninggi
Keterangan Gambar :

Tiba di Konawe Utara, 80 Ton Logistik Diharapkan Bisa Stabilkan Harga yang Sempat Meninggi

88 views
0

Konawe Utara, Radarsultra.co.id – Sebanyak 80 Ton bantuan logistik yang dibawa oleh Kapal Negara (KN) SAR Pacitan diharapkan bisa stabilkan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang sempat meninggi di beberapa wilayah di Kabupaten Konawe Utara (Konut) yang terkena dampak banjir.

Setelah kurang lebih 3 jam menempuh perjalanan laut, Kapal Negara (KN) SAR Pacitan yang membawa sebanyak 80 Ton logistik akhirnya tiba di dermaga Molawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut) Sultra sekitar pukul 17.05 WITA, Senin, (17/06/2019).

Puluhan ton logistik tersebut langsung disambut oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Konut dan aparat dari TNI-POLRI yang bersiaga untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana banjir.

Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Konut, Muhardi Mustafa yang ikut menyambut KN SAR Pacitan di dermaga Molawe mengatakan, bencana banjir yang terjadi di Konut telah melumpuhkan akses jalan di 6 Kecamatan. Akibatnya, terjadi kelangkaan bahan makanan yang berbuntut pada naiknya harga-harga bahan makanan hingga berkali-kali lipat dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kalau wilayah yang terdampak ini kan tidak semua, hanya di wilayah 6 Kecamatan. Untuk Kecamatan Asera dan Andowia di 2 kecamatan ini transportasi untuk bahan pokoknya masih bisa lancar, kecuali di 4 Kecamatan, yaitu Wiwirano, Landawe, Oheo dan Langkikima memang ada beberapa bahan-bahan pokok yang memang naik (harga) karena memang benar-benar sudah terputus akses kesana, bahkan tadi saya diinformasikan harga beras mencapai 800 ribu untuk yang 50 Kg,” kata Muhardi Mustafa.

Tidak hanya beras, kenaikan harga juga terjadi pada bahan bakar Gas Elpiji ukuran 3  Kg yang mencapai 100 ribu per tabung atau 99.999 persen lebih tinggi dari HET yang ditetapkan oleh PT. Pertamina di pangkalan.

“Itu memang otomatis (harga naik) karena memang terjadi kelangkaan karena masalah akses jalan. Yang kita lakukan untuk permintaan masyarakat pertama adalah Gas itu yang bisa sampai Rp.100 ribu per 3 Kg dan kita lakukan operasi pasar. Kita sudah lakukan kemarin di Langgikima dan otomatis harganya diturunkan sesuai dengan harga, dan besok InshaAllah Wiwirano sama Landawe,” ungkapnya.