Terkait Pengembangan Pariwisata, Ridwan Bae Soroti Kondisi Infrastruktur Sultra

Terkait Pengembangan Pariwisata, Ridwan Bae Soroti Kondisi Infrastruktur Sultra

0

Kendari, Radarsultra.co.id – Anggota Komisi V DPR RI, Ridwan Bae menyoroti kondisi infrastruktur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masih sangat terbatas. Salah satunya Bandar Udara Halu Oleo Kendari yang sampai saat ini menurutnya hanya menjadi tujuan dan bukan tempat transit untuk maskapai penerbangan.

“Kalau potensi pariwisata Sultra dikembangkan menjadi salah satu sektor andalan, maka perlu adanya kerjasama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, DPR RI dan investor. Harus benar-benar bersinergi, ” kata Ridwan Bae, saat tampil sebagai pembicara Talkshow  Pariwisata dengan tema Membedah Potensi Pariwisata Sultra di salah satu hotel terkemuka di Kendari, Sabtu (7/4/18).

Ridwan yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Sultra melalui Partai Golkar, memberikan contoh terbatasnya infrastruktur transportasi di Kabupaten Wakatobi yang saat ini masuk dalam daftar 10 destinasi wisata di Indonesia.

“Wakatobi, kondisi pelabuhan di Pulau Kaledupa, Tomia dan Binongko, sangat tidak memadai. Akibatnya, pada musim tertentu, hubungan transportasi antar pulau mengalami kendala. Ini tentu sangat mempengaruhi kunjungan wisatawan. Pelabuhan di pulau tidak memadai, makanya saya sebagai wakil rakyat memperjuangkan pembangunan pelabuhan ferry di Pulau Kaledupa, Tomia dan Binongko,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ridwan Bae mengatakan, ada 3 (Tiga) pelabuhan ferry yang akan dibangun di Wakatobi. Rincian alokasi anggaran yang bersumber dari APBN, masing-masing membutuhkan dana seniali Rp 50 miliar rupiah.

“Totalnya Rp 150 miliar. Perencanaan ini merupakan upaya saya dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata di Sultra,” lanjutnya.

Selain Bandara dan Pelabuhan, Hal lain yang menjadi sorotan Ridwan yaitu kondisi infrastruktur jalan di Sultra yang menurutnya masih banyak jalan di Sultra yang belum layak, kemudian terbatasnya daya listrik, air bersih, hotel, transportasi dan akses jaringan internet.

“Agar akselarasi  pengembangan pariwisata Sultra lebih cepat, maka dibutuhkan intervensi pemerintah, kerjasama dengan pihak swasta. Tak kalah pentingnya peran wakil rakyat dalam mengalokasikan anggaran, ” tegas Ridwan. (B)

Your email address will not be published. Required fields are marked *