Tembus Pasar Dunia, Pemda Butur Ekspor Kopra Putih ke China
Keterangan Gambar :

Tembus Pasar Dunia, Pemda Butur Ekspor Kopra Putih ke China

159 views
0

Butur, Radarsultra.co.id- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Buton Utara (Butur) mengekspor kopra putih ke negara China. Pemberangkatan kopra putih tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama dengan Pemda Butur dengan PT. Indonesia Commodity (INACOM).

Bupati Buton Utara, Abu Hasan (Tengah) dalam launching perdana kopra putih di Kelurhan Lakonea, Kecamatan Kulisusu, Minggu, (10/05/2020).

Pada ekpor perdana ini, Pemda Butur berhasil memberangkatkan kurang lebih 11 ton kopra putih ke negara China. Bukan hanya ke negara China, pemberangkatan kedepannya juga akan ditujukan ke Bangladesh dan India.

Hari ini kopra putih kita launching, kita berangkatkan dalam fase pertama pengiriman ekspor. Ini bukan lagi bermain di lokal, nasional, tapi kita sudah bermain di tingkat internasional,” kata Bupati Butur, Drs. H. Abu Hasan dalam launching perdana kopra putih di Kelurhan Lakonea, Kecamatan Kulisusu, Minggu, (10/05/2020).

Abu Hasan mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pasar, target ekspor kopra putih di Kabupaten Butur setiap periodenya yaitu sebesar 100 ton, namun pada pengiriman pertama ini Pemda Butur baru menyediakan 20 ton dan memberangkatkan 11 ton pada pengiriman pertama.

Kita baru mulai, tentu ini masih membutuhkan kerja keras, masih membutuhkan langkah-langkah besar di masa yang akan datang, masih membutuhkan dukungan-dukungan senua pihak,” lanjut Abu Hasan.

Sementara itu, petani kopra putih, Yohanis mengatakan, kerjasama PT. Inacom dan Pemda Butur telah berhasil meningkatkan harga komoditas kelapa. Kelapa yang dulunya hanya dijual perbiji dengan harga yang sangat murah dan bahkan terbuang begitu saja, kini harga kelapa sudah bisa menjadi sumber pendapatan petani, tentunya jika diolah dengan baik dan menghasilkan kopra putih berkualitas.

Untuk masalah teknis dan kegiatan menurut saya kopra putih ini memang sangat membantu untuk kami petani karena secara tidak langsung meningkatkan harga komoditas kelapa. Pengelolaannya cukup efisien karena tidak membutuhkan waktu yang lama dan peralatan yang kami tidak tau,” ungkap Yohanis.