Tanggapi Tudingan Penyerobotan Lahan, Ini Penjelasan Direktur Operasional PT. GKP
Keterangan Gambar :

Tanggapi Tudingan Penyerobotan Lahan, Ini Penjelasan Direktur Operasional PT. GKP

68 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Direktur Operasi PT.GEMA KREASI PERDANA (PT.GKP), Bambang Murtiyoso menepis tudingan penyerobotan lahan sebagaimana diungkapkan oleh Jenderal Lapangan Front Rakyat Sultra Bela Wawonii (FRSWB), Mando Maskuri.

Direktur Operasi PT.GEMA KREASI PERDANA (PT.GKP), Bambang Murtiyoso

Bambang Murtiyoso mengatakan, tudingan penyerobotan lahan yang ditujukan ke pihaknya adalah sebuah kekeliruan.

“Itu sama sekali tidak benar, pihak kami tengah melakukan pekerjaan pembersihan dari lahan yang sudah kami ganti untung tanam tumbuh. Operator kami melakukan kekeliruan karena tanda pita sebagai batas pinggir yang terikat dipohon tidak terlihat jelas oleh operator saat melakukan pembersihan, akibatnya beberapa ruas ilalang dan semak belukarnya tergerus. Ini namanya bukan penyerobotan tapi kekeliruan dalam prosedur kerja yang sama sekali tidak disengaja” jelas Bambang, Jumat, (19/07/2019).

Bambang mengungkapkan, setelah kejadian tersebut, pihaknya langsung beritikad baik menuju ke lokasi kejadian dan meminta maaf kepada pemilik lahan.

“Saya bersama dengan jajaran manajemen langsung menuju ke lokasi kejadian dan saya  meminta maaf atas kejadian tersebut. Kami pun mengajak semua pihak untuk duduk bersama dan membicarakan hal ini,” ungkapnya.

Tidak cukup sampai disitu, tudingan miring juga sempat dilayangkan oleh Kepala Desa Sukarela Jaya, Safitra yang menyampaikan bahwa perusahaannya telah melakukan kegiatan illegal mining di pulau Wawonii.

Menanggapi hal tersebut, Bambang mengaku PT. GKP telah mengantongi legalitas dan perizinan yang lengkap. Menurutnya, tudingan ilegal mining tersebut juga terbantahkan dengan sendirinya karena hingga saat ini PT. GKP belum melakukan aktivitas penambangan.

“Perusahaan kami adalah perusahaan yang baik dan kami memiliki legalitas dan perizinan yang lengkap. Sungguh tidak benar bahwa kami melakukan kegiatan ilegal mining seperti yang dituduhkan. Menambang saja kami belum dan mustahil perusahaan sebesar kami melakukan investasi jangka panjang tanpa didukung legalitas yang lengkap dan sudah teruji” bantah Bambang.

Bambang menjelaskan, kehadiran PT. GKP di pulau Wawonii bertujuan untuk memberikan kemakmuran kepada masyarakat.

“Harapan kami adalah kehadiran PT GKP di pulau Wawonii dapat memberikan kemakmuran kepada masyarakat. Sebelum berproduksi pun, kami sudah memberikan perhatian pada program CSR perusahaan seperti pembangunan  menara telekomunikasi sehingga masyarakat dapat menikmati jaringan 4G, listrik masuk desa (Desa Terang) dimana kami sediakan genset 300 KVA untuk 5 buah desa (Desa Sukarela Jaya, Desa Teporoko, Desa Dompo-Dompo Jaya, Desa Roko-Roko, Desa Bahaba) dan genset 100 KVA untuk 2 buah desa yaitu Desa Nambo Jaya dan Desa Sainoa Indah. Kami pun memberikan perhatian pada program kursus Komputer untuk putra putri di pulau Wawonii. Tidak lupa pula menyambut bulan suci ramadhan kami selenggarakan program Safari Ramadhan berupa pembagian sembako gratis dan menyambut Idul Adha kami memberikan sumbangan sapi, dan program-program CSR lainnya.” Jelas Bambang

“Kami juga menghimbau kepada semua pihak untuk menahan diri dari memberikan tudingan-tudingan yang tidak benar terhadap perusahaan kami. Kami pun mengajak kepada semua pihak untuk duduk bersama bila ada permasalahan dan kita cari solusinya bersama,” ucapnya.