Tanggap Covid-19, Pemda Butur Berlakukan Isolasi Bagi Warga dari Luar Daerah
Keterangan Gambar : Bupati Buton Utara, Abu Hasan

Tanggap Covid-19, Pemda Butur Berlakukan Isolasi Bagi Warga dari Luar Daerah

374 views
0

Buton Utara, Radarsultra.co.id – Meskipun kasus positif virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Buton Utara (Butur) masih nol namun pemerintah daerah mulai memberlakukan isolasi bagi siapapun warga yang melakukan perjalanan keluar daerah dan kembali ke Butur ataupun warga asing yang masuk ke wilayah Kabupaten Butur.

Hal itu diungkapkan Bupati Buton Utara, Abu Hasan usai memantau kesiapan RSUD Butur dan Puskesmas setempat dalam menghadapi atau mencegah merebaknya wabah Covid-19 di daerah yang memiliki julukan Wita Tinadeakono Sara (Daerah Yang Lahir dari Adat Budaya) tersebut.

Abu Hasan mengatakan, untuk mencegah terjadinya kasus Covid-19 di Butur pihaknya telah mempersiapkan upaya-upaya pencegahan seperti sosialisasi berupa imbauan kepada masyarakat dan mitigasi yang telah dilakukan sejak beberapa hari yang lalu.

Selain itu, pihaknya juga akan mengerahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari tingkat bawah hingga tingkat atas dan juga instansi-instansi terkait seperti Dishub, TNI-Polri dan Satpol-PP untuk memantau pergerakan masyarakat di Kabupaten Butur.

“Dalam rangka pencegahan itu kita memantau pergerakan orang yang keluar masuk Butur, jadi dalam waktu dekat ini saya akan mengeluarkan surat edaran bupati untuk mencegah orang Butur keluar daerah terutama daerah-daerah yang bertanda zona merah apalagi daerah di luar Sultra,” kata Abu Hasan, Senin, (23/03/2020).

“Yang tidak kalah pentingnya juga adalah memantau dan mengidentifikasi orang-orang yang datang dari luar, apakah itu warga Butur atau warga dari luar itu juga akan kita pantau, kita akan identifikasi dan pada akhirnya akan kita isolasi,” lanjutnya.

Di pintu-pintu masuk transportasi yang menghubungkan Butur dan daerah-daerah lain juga akan ditempatkan posko penjagaan yang akan dijaga ketat oleh TNI-POLRI, Satpol-PP, dan Dishub.

“Di titik-titik itu kita akan tempatkan Satpol-PP, Polisi, Tentara, Dishub untuk memantau pergerakan orang-orang yang keluar masuk melalui pintu itu, saya mohon dukungan masyarakat, Kepala Desa, Camat, OPD untuk membantu memantau pergerakan orang masuk. Begitu ada orang baru segera dilaporkan, begitu ada orang yang keluar kalau dia datang kembali kita isolasi, ini sudah ada beberapa kepala dinas yang berubpulang dari Jakarta saya isolasi,” ungkapnya.

Abu Hasan menjelaskan, pihaknya menyadari penularan Covid-19 sangat cepat dan sangat sulit ditebak, untuk itu pihaknya sudah menyiapkan anggaran yang akan digunakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Butur untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh Rumah Sakit (RS), Puskesmas dan tenaga medis dalam upaya pencegahan wabah Covid-19.

“Untuk perlengkapan segera akan kita adakan, kalau hari ini selesai, keluar pendanaannya kita serahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana dan Kesehatan untuk memesan alat-alat yang mendesak dan sangat diperlukan untuk digunakan khususnya oleh petugas dan panitia yang terkait secara langsung dalam rangka pencegahan dan penanganan,” jelasnya.