Syahril Ingatkan Kader HMI di Sultra Tidak Terpancing
Keterangan Gambar : Ketua Bidang Pembinaan Anggota Pengurus Besar HMI Sultra, Muhammad Syahril

Syahril Ingatkan Kader HMI di Sultra Tidak Terpancing

31 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Badan Koordinasi (BADKO) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengutuk keras aksi penyerangan dan perusakan di kantor PT. Masempo Dalle yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan mahasiswa pada Jumat, 3 Januari 2020 lalu.

Ketua Bidang Pembinaan Anggota Pengurus Besar HMI Sultra, Muhammad Syahril mengatakan, aksi perusakan oleh sejumlah orang yang tergabung dalam beberapa organisasi yang dilakukan dengan cara melempari kantor PT. Masempo Dalle di jalan cempaka putih di Kota Kendari itu adalah tindakan yang bertentangan dengan hukum dan tidak mencerminkan sikap intelektual dari seorang mahasiswa.

Syahril mengingatkan seluruh kader HMI di Sultra agar tidak terpacing dengan kejadian tersebut untuk menghindari aksi protes yang tidak intelek.

Aksi dari sejumlah organisasi tersebut janganlah ditiru, sebab HMI adalah oraganisasi intelktual, maka dari itu HMI harus mencirikan gerakan intelktual pula,” Ucap Muhammad Syahril, Minggu, (05/01/2020).

Ia juga mengimbau kepada setiap pengurus HMI ditingkatkan manapun agar selalu fokus pada wilayah pengkaderan.

“Adapun jika ada aksi insidensial di wilayah terkait yang memang harus di respon saya berharap bahwa kader HMI tetap dalam bingkai keislaman dan kebangsaan,” Imbaunya.

“Terkait tuduhan terhadap salah satu perusahaan atas insiden pembacokan kita semua tentunya mengecam hal tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Hukum HAM BADKO HMI Sultra, Ramadhan menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan dan oknum yang melakukan aksi demontrasi di kantor PT. Masempo Dalle harus ditindak tegas agar tidak semena-mena melakukan tuduhan yang tidak berdasar.

Menurutnya, aksi pengrusakan kantor PT. Masempo Dalle merupakan aksi premanisme yang dilakukan oleh preman intelektual yang mengatasnamanakan mahasiswa.

Mahasiswa kalau berdemo tidak melakukan pengrusakan apalagi ini milik warga negara. Langkahnya bukan merusak hak milik seseorang. Ini sudah melanggar hukum. pasalnya pada jumat, 3 januari 2020 di jalan cempaka putih sejumlah orang mendatangi kantor tersebut lalu melakukan aksi pelemparan dengan batu-batu, botol minuman dan beberapa balok kayu aksi tersebut telah terekam kamera CCTV dan telah kami laporkan di Polda Sultra,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rahman mengatakan, tindakan tersebut telah mencederai hukum Indonesia. Menurutnya, Aksi pengerusakan bukan langkah yang tepat untuk mencari solusi.

Untung tidak ada korban jiwa, ini tindakan yang sudah direncanakan sangat matang untuk merusak. Langkahnya bukan  seperti ini mencari solusi,” lanjutnya.

Lebih jauh lagi, Ramadhan menduga bahwa aksi pengerusakan dibkantir PT. Masempo Dalle ini adalah buntut dari profokasi sejumlah organisasi yang menuduh PT. Masempodale sebagai pelaku pembacokan seorang demonstran dan menurutnya, tuduhan tersebut di lontarkan oleh sejumlah organisasi tanpa ada penjelasan yang masuk akal dan tidak di sertai dengan bukti-bukti yang ada.

Saya sangat menyayangkan sejumlah organisasi yang menuduh tanpa dasar bahwa PT. Masempo Dalle sebagai pelaku pembacokan. Seharusnya ketua-ketua organisasi itu harus menerangkan kemasyarakat dengan jelas disertai dengan dasar dan bukti-bukti yang jelas,” imbuhnya.