Sultra Peringkat Satu Unjuk Rasa Tingkat Nasional
Keterangan Gambar : Direktur Reserse Kr.iminal Umum (Dirkrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, AKBP. La Ode Aris Afatar

Sultra Peringkat Satu Unjuk Rasa Tingkat Nasional

303 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Aksi Unjuk Rasa (Unras) yang terus-terusan terjadi di Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mengantarkan bumi Anoa ini menempati posisi teratas untuk tingkat Unras tertinggi se-Indonesia.

Aksi unjuk rasa yang terjadi di provinsi sulawesi tenggara beberapa waktu lalu

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, AKBP. La Ode Aris Afatar mengatakan, Sultra yang sebelumnya berada di peringkat tiga nasional untuk jumlah Unras terbanyak, kini telah menduduki posisi teratas disusul Jakarta dan Sulawesi Selatan (Sulsel) di urutan kedua dan ketiga.

Akhir-akhir ini kami dihadapkan dengan persoalan situasi Kamtibmas yang di akibatkan oleh ketidakpercayaan. Ada jarak yang hilang antara kami dengan masyarakat,” kata Kombes Pol. La Ode Aris Afatar ditemui usai menghadiri acara silaturahmi antara Pemerintah Provinsi Sultra dengan tokoh masyarakat, agama, perempuan serta pengurus partai politik di Kota Kendari, Sabtu, (16/11/2019).

Secara nasional Unjuk Rasa di Sultra ini, awalnya kita menduduki ranking ketiga, setelah DKI Jakarta, dan sulawesi selatan. Sekarang kita menduduki rangking satu, disusul DKI Jakarta kemudian Sulsel,” ungkapnya.

Ia mengatakan, aksi Unras merupakan hal yang dibenarkan dan dilindungi oleh konstitusi selama Unras tersebut dilakukan dengan cara yang baik dan untuk mengkritik atau menyuarakan sesuatu yang benar.

Siapapun yang jadi presiden, bangsa ini akan terus diobok-obok untuk menghancurkan bangsa ini, satu yang lebih kuat untuk menghancurkan bangsa ini adalah melalui mahasiswa. Mari kita sama-sama membangun Sultra, demi terciptanya suasana kondusif,” imbuhnya.

Menyikapi fenomena tersebut, La Ode Aris mengatakan, diperlukan kebijakan seluruh pemangku kepentingan untuk bisa menerima dan memperhatikan setiap aspirasi yang disampaikan oleh para pengunjuk rasa.

Tentunya ini memerlukan kerja kita bersama, mari kita lepaskan jati diri kita, lepaskan lambang kita, lepaskan pangkat kita, kita turun sebagai orang tua, menarik anak-anak kita, adik-adik kita untuk sama-sama menciptakan suasana Sultra ini aman, dan tertib. Menyuarakan kritik itu adalah hal yang benar, tetapi dengan cara yang baik,”.

Tugas kami sebagai aparat penegak hukum adalah mendukung kebijakan pemerintah dalam menciptakan iklim yang kondusif, aman, berintegritasi di Sultra ini. Kita sebagai tokoh, pemimpin, harus bijak dalam mengambil sesuatu yang menjadi persoalan-persoalan di masyarakat,” ucapnya.