Sukses di Ibu Kota, Yasdar, Putra Daerah Sultra Ingin Mengabdi Untuk Tanah Kelahiran
Keterangan Gambar : Dr. Yasdar, S.Sy. SQ., M.H

Sukses di Ibu Kota, Yasdar, Putra Daerah Sultra Ingin Mengabdi Untuk Tanah Kelahiran

0

Kendari, Radarsultra.co.id,- Sebagian masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) mungkin belum mengenal sosok Dr. Yasdar, S.Sy. SQ., M.H, namun putra daerah Sultra ini cukup dikenal di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sebagai Kepala Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Sukses di kota metropolitan rupanya tidak membuat Yasdar berpuas diri dan memutuskan untuk berjuang mengangkat nama daerahnya Sulawesi Tenggara menuju Senayan dengan menjadi anggota DPR RI.

“Bila Allah merestui perjalanan saya ke Senayan, janji saya akan memajukan daerah kelahiranku, membangun sektor pendidikan dan perekonomian rakyat di sana,” tegas Yasdar.

Selama menjabat di Baznas Bazis Jakarta Selatan, ia berhasil mendorong peningkatan pengumpulan Zakat Infaq dan Shadoqah (ZIS), meraih prestasi pengumpul ZIS tingkat wilayah Jakarta Selatan dan ditingkat DKI Jakarta.

Pembuktian itu diwujudkan melalui penilaian pengumpul terbanyak ZIS di wilayah Jakarta Selatan selama menduduki jabatan di Baznas Bazis Jakarta Selatan seperti Kelurahah Ulujami, sebagai pengumpul ZIS terbanyak di wilayah Jakarta Selatan dan Kecamatan Pesanggrahan pengumpul tertinggi ZIS tingkat DKI.

Yasdar lahir di sebuah desa  jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota yakni Desa Sabiano di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka, Sultra.

Masa kanak-kanaknya ia habiskan di tempat tersebut, saat masa sekolah dasar Yasdar bersekolah di SD.  Sabiano .

Setelah tamat SD, ia melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau setara di MTs.S Al-Mawaddah Warrahma Kolaka dan kemudian kembali melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi di Sekolah Menengah Atas (SMA) atau setera yakni MA.S. Al-Mawaddah Warrahmah Kolaka.

Dengan tekad serta semangat membara demi untuk sebuah perubahan yang lebih baik, ia melanjutkan pendidikan tinggi di salah universitas yang berada di wilayah Jakarta yakni Institut PTIQ Jakarta sampai memperoleh gelar sarjana hukum Islam.

Tidak berakhir sampai di situ, ia kembali melanjutkan pendidikan lebih tinggi lagi di Universitas Pamulang hingga kembali memperoleh gelar Magister Hukum dan saat ini proses penyelesaian gelar doktor (S3) DI Institut PTIQ Jakarta.

About author