Suka Duka Menjadi Petugas Pemadam Kebakaran
Keterangan Gambar :

Suka Duka Menjadi Petugas Pemadam Kebakaran

1004 views
0

Radarsultra.co.id–Kendari, Pantang pulang sebelum padam. Itulah jargon yang menjadi semboyan bagi seluruh awak pemadam kebakaran saat bertugas. Di balik itu, mereka memiliki banyak kisah baik suka maupun duka saat bertugas.

Hampir 7 tahun menjalani tugas sebagai petugas pemadam kebakaran bukan waktu yang tidak sebentar. Tentu banyak suka duka, dan pengalaman saat bertugas memadamkan api. Hal ini yang dirasakan oleh petugas kebakaran Kota Kendari, Gani saat ditemui Radarsultra di kantornya, Selasa (3/1/2017).

“Kita lebih banyak sukanya dalam bertugas karena kita kompak dalam bertugas, karena tim kita solid. Tapi dukanya itu karena resiko dalam bertugas sangat besar, kita berhadapan dengan api,’’ ujarnya.

Kendati begitu adanya pro dan kontra dari masyarakat dalam menjalankan tugas sebagai pemadam kebakaran. Dimana ada yang mendukung penuh , tapi ada juga yang bilang mereka lambat dalam memadamkan api saat terjadi kebakaran.

‘’Tapi kritik dari masyarakat kita jadikan motivasi untuk ke depannya menjadi lebih baik. Karena sebelum terjun ke lapangan kita harus menyiapkan alat dan kelengkapan tim,’’ katanya.

Terkait dengan fasilitas dalam bekerja pemadam kebakaran Kota Kendari memiliki 10 unit mobil pemadam kebakaran. Namun jumlah mobil tersebut masih kurang untuk digunakan dalam memadamkan kebakaran. Air yang diambil bersumber dari air sumur bor. Pos sumber air pemadaman kebakaran terdapat pada 4 titik yaitu Wua-wua, Puwatu, Kendari Barat dan Abeli.

Saat bertugas tim diberi pembagian shift. Dalam 1 shift terdiri dari 54 orang, dalam sehari selalu ada pergantian yang berjaga selama 24 jam. Saat berhasil menaklukan kebakaran, mereka merasa puas dan bangga atas tugas mulia yang dilakukan dapat membantu orang yang kesusahan.
Seperti kebakaran dulu yang terjadi di pasar kota lama, saat itu kejadiannya sangat beresiko karena banyak drum yang berisi minyak BBM di pasar.
Hal tersebut semakin menambah besarnya kobaran api yang menjalar. Namun Komandan Plonton tim pemadam kebakaran memotivasi pasukannya agar tetap berani dan tidak pulang sebelum api padam. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim pemadam kebakaran saat mampu menaklukkan kobaran api.

Saat bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran harus dengan sepenuh hati dan kesabaran yang tinggi, apalagi saat menghadapi berbagai kondisi yang terjadi di lapangan. Mulai dari ketepatan waktu, jarak tempuh dan kondisi jalan menuju ke TKP, tingkat kebakaran, hingga menghadapi kondisi masyarakat yang panik saat terjadi kebakaran.

Petugas kebakaran juga menyebut, begitu ada panggilan adanya kebakaran maka dalam kondisi apapun atau sedang melakukan kegiatan apapun saat itu harus segera ditinggalkan. Saat itu, yang ada dalam benak petugas hanyalah bagaimana mengedepankan tugas. (C)

About author