Simulasi Penanganan Huru-hara, Polda Sultra Jelaskan Posisi Aman Wartawan Dalam Liputan UNRAS
Keterangan Gambar :

Simulasi Penanganan Huru-hara, Polda Sultra Jelaskan Posisi Aman Wartawan Dalam Liputan UNRAS

0

Kendari, Radarsultra.co.id_Simulasi penanganan huru-hara, Bid Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Satuan Brigadir Mobil (Sat Brimob) Polda Sultra menjelaskan posisi aman wartawan dalam melakukan liputan di berbagai situasi Unjuk Rasa (UNRAS).

Dalam simulasi ini, Kabag Ops Sat Brimobda Sultra AKP Asri Diyni menjelaskan tiga situasi dalam UNRAS dan posisi aman bagi wartawan untuk menghindari terjadinya kontak fisik secara langsung ataupun secara tidak langsung dari personil pengamanan ataupun unsur-unsur lain yang terlibat dalam aksi UNRAS.

Asri menjelaskan ada tiga situasi yang perlu diketahui wartawan dalam suatu aksi UNRAS yaitu situasi hijau dimana masa aksi melaksanakan UNRAS dengan damai, wartawan diperbolehkan mengambil gambar di depan masa aksi atau pasukan pengamanan dan negosiator dari Polwan dan Dalmas.

Ketika situasi mulai meningkat, di situasi kuning wartawan diimbau untuk mengambil gambar pada radius 20 hingga 30 meter di samping kiri dan kanan pasukan pengamanan (Dalmas Lanjut).

Dan di situasi merah, saat masa aksi mulai tidak terkendali dan melakukan aksi-aksi yang membahayakan, wartawan diimbau untuk mengambil gambar di belakang tim pengamanan bahkan juga diperbolehkan mengambil gambar dari atas mobil pengurai masa milik kepolisian.

“Yang mendasari kita semua dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu undang-undang nomor 40 tahun1999 tentang pers, Undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Perkap nomor 16 tahun 2016 tentang Dalmas, Perkap nomor 1 tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian, Perkap nomor 8 tahun 2010 tentang tata cara lintas ganti tentang tindakan kepolisian dalam penanggulangan huru-hara dan Protap 01 tahun 2010 tentang penanggulangan anarki,” jelas Asri.

Di tempat yang sama, ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra, Sarjono mengapresiasi langkah kepolisian dalam memperhatikan keselamatan pers yang melakukan peliputan UNRAS.

Ia berharap kegiatan serupa akan terus berlanjut untuk mengedukasi wartawan di daerah-daerah beresiko lainnya seperti Kota Baubau,  Kabupaten, Konawe, Konawe Utara, Kolaka Utara dan Kabupaten Muna.

“Kami harap kegiatan-kegiatan serupa bisa berlanjut karena hari ini yang mengikuti kegiatan adalah teman-teman yang liputan di Kendari belum termasuk teman-teman wartawan di daerah beresiko lainnya,” ungkapnya.

 

About author