Sikapi UN, Ini Penjelasan Mendikbud
Keterangan Gambar :

Sikapi UN, Ini Penjelasan Mendikbud

60 views
0

Wakatobi, Radarsultra.co.Id – Meskipun ujian nasional (UN) tidak lagi menjadi standar kelulusan bagi siswa. Namun hasilnya jadi dasar pertimbangan baik sekolah lanjutan maupun dunia kerja yang membutuhkan penilaian tambahan diluar surat tanda tamat belajar (STTB) pada siswa bersangkutan.

Demikian penjelasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy, usai meninjau proses ujian nasional, Senin (3/4/2017) dihalaman apel SMK 1 Wangi-Wangi.

Kata dia, UN tak lagi memakai patokan nilai atau angka standar sebagai standar kelulusan secara nasional, sebab UN tidak menentukan kelulusan kecuali ujian sekolah berstandar nasional (USBN) yang diujikan sekolah masing-masing masih menjadi patokan sekolah menentukan kelulusan siswa.

“Jadi ujian sekolah itu sekarang memakai standar Nasional dan itu yang menentukan kelulusan.Kemudian ujian nasional itu tidak menentukan kelulusan namun hasilnya jadi dasar pertimbangan baik sekolah lanjutan maupun dunia kerja yang membutuhkan penilaian tambahan diluar STTB yang bersangkutan,” paparnya.

Kendati demikian hasil UN tersebut akan dilampirkan dirapor atau STTB siswa sehingga lumrah dalam UN tidak ada target, bahkan semua peserta UN bisa lulus hanya berapa target skor dibanding skor secara nasional itu.

Hanya saja kepada siswa selaku peserta UN penting perhatiannya secara sungguh-sungguh mengerjakan soal yang disiapkan terutama berusaha jujur. Sehingga hasil yang dicapai bisa dipertanggungjawabkan, demikian bagi guru selaku pengawas amanah menjalankan tugas tanpa membocorkan soal atau berusaha membantu mengerjakan soal UN.

“Untuk jaminan kebocoran soal yang jamin hanya Tuhan. Kalau kita yah paling kita usahakan bagaimana diperkecil atau diminimalisir sehingga tidak ada kebocoran,” imbuhnya.

Ia melanjutkan pentingnya kejujuran peserta UN mengingat penilaian publik atas hasil yang dicapai peserta terus menerus dipertanyakan publik.

” Ada semacam ketidakpercayaan masyarakat terhadap hasil Ujian Nasional termasuk lulusan kita, apa yang tertulis dalam rapor dan tertulis di STTB yang ada penyelenggaraan UN,” tambahnya.

Sementara itu mengenai distribusi soal, sampai saat ini masih kerjasama dengan pihak kepolisian akan tetapi keterlibatan aparat hanya dilibatkan dalam pengawasan distribusi.

“Untuk pengawasan sudah kami percaya kan guru melalui musyawarah MKKS di zona masing-masing, biasanya gurunya ditukar dari sekolah satu ke sekolah yang lain untuk menjaga”, tutupnya. (C)

About author