Sikapi Pencopotan Dandim Kendari, Aliansi Mahasiswa Sultra Sebut Wiranto Dalang Kontroversi
Keterangan Gambar :

Sikapi Pencopotan Dandim Kendari, Aliansi Mahasiswa Sultra Sebut Wiranto Dalang Kontroversi

86 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Sejak selesainya sertijab pada Sabtu, 12 Oktober 2019 lalu, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1417/Kendari, Kolonel Kav. Hendi Suhendi resmi dicopot karena cuitan sang istri d sosial media yang dimaknai menghina Menkopolhukam.

Pencopotan tersebut banyak menuai kritikan dari masyarakat Kota Kendari, salah satunya Aliansi Mahasiswa Sulawesi Tenggara. Mereka menilai hukuman pencopotan jabatan dan penjara 14 hari yang  diberikan kepada Kolonel Kav. Hendi tidak profesional sebab cuitan Istri mantan Dandim Kota Kendari itu tidak menyebutkan Oknum.

Aliansi mahasiswa Sulawesi Tenggara yang dikordinir La Munduru dan La Ode Muh. Yasir mengaku sangat menyayangkan keputusan KASAD TNI mencopot Dandim kota Kendari hanya karna hal yang menurut mereka adalah sebuah propaganda pablik yang diduga permainan-permainan elit politik yang menyebabkan goyangnya internal TNI kebanggaan rayat, khususnya Mahasiswa Indonesia saat ini.

“Dari peristiwa tersebut,  Aliansi Mahasiswa Sulawesi Tenggara tetap memberi dukungan moral kepada Dandim Kota Kendari yang berinisial HS, tetap memberi dukungan moral sekaligus banyak mengucapkan banyak terimakasih karna telah memberikan kontibusi pada masyarakat Kota Kendari sebab dengan kedatangan beliau kondisi Sultra jadi kondisif dari para begal yang meresahkan masyarakat selama ini,” kata La Munduru, Senin, (14/10/2019).

Menyikapi hal tersebut, La Munduru dan La Ode Muh. Yasir meminta kepada Bapak Presiden RI, Joko Widodo untuk mencopot Menkopolhukam, Wiranto karena dianggap telah banyak memberikan pernyataan kontroversi di tengah masyarakat sehingga banyak masyarakat yang gerah dengan pernyataan Wiranto.

“Salah satunya adalah bahwa pengungsi Gempa Maluku dianggap sebagai beban pemerintah, Papua aman-aman saja, ketika ada anggota TNI meninggal biarkan saja, dan lain-lain. pernyataan ini sangat tidak mencerminkan Menkopolhukan tidak mencintai rakyatnya atau sebagai Mentri yang menyangi rakyatnya,” ungkapnya.