Seruan JATAM Disebut Sebagai Bentuk Provokasi di Wawonii
Keterangan Gambar : Humas PT. Gema Kreasi Perdana (GKP), Amir Karim

Seruan JATAM Disebut Sebagai Bentuk Provokasi di Wawonii

241 views
4

Kendari, Radarsultra.co.id – Aksi seruan dan ultimatum Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) untuk menghentikan aktivitas investasi tambang di pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dinilai sebagai bentuk hasutan dan upaya provokasi terhadap warga Wawonii.

Humas PT. Gema Kreasi Perdana (GKP), Amir Karim

Hal ini diungkapkan oleh humas PT. Gema Kreasi Perdana (GKP), Amir Karim melalui sambungan selulernya. Menurut Amir, seruan dari JATAM adalah upaya untuk membuat suasana di Konkep gaduh dan tidak lagi kondusif.

“Ini tidak main-main harus segera ditindak tegas oleh pihak berwajib,” kata Amir, Senin (31/12/2019).

Amir mengungkapkan, apa yang di sampaikan oleh JATAM soal tambang di Wawonii khususnya PT. GKP sangat tidak berdasar dan semua hanyalah asumsi yang tidak di dasari oleh fakta yang sebenarnya.

Dalam seruannya, JATAM menyebut PT.GKP melakukan penerobosan lahan yang dibekingi oleh aparat TNI-POLRI. Hal ini juga telah berulang kali dilaporkan oleh JATAM ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, namun sampai saat ini belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan oleh pihak JATAM.

Untuk menindaklanjuti aduan masyarakat terkait kerusakan lingkungan akibat aktivitas PT. GKP, Amir lagi-lagi mengingatkan soal kunjungan tim Penegakkan Hukum (GAKKUM) kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan beberapa waktu yang lalu untuk melakukan verifikasi, pengecekan lapangan dan hasil observasi menyebutkan bahwa TIM GAKKUM tidak menemukan adanya suatu pelanggaran hukum berkaitan dengan pencemaran lingkungan, karena hingga kini PT.GKP belum beroperasi.

Bahkan hasil overlay titik koordinat IPPKH PT.GKP dengan lahan masyarakat juga tidak ditemukan adanya penyerobotan lahan sebagaimana yang ditudingkan,” ungkapnya.

Begitupun kunjungan GAKKUM dari Kementerian KKP, hanya mengihimbau bila Terminal Khusus (Tersus) PT.GKP yang saat ini masih dalam proses pembangunan, untuk tetap disesuaikan dengan titik koordinat panlok yang telah ditetapkan oleh kementrian perhubungan laut yang Alhamdulillah sampai saat ini semuanya sudah sesuai dan sudah dipenuhi oleh pihak Perusahaan,” jelasnya.

Lebih jauh lagi, Amir menjelaskan bahwa soal eksistensi Investasi tambang di pulau Wawonii biar pemerintah yang menentukan.

Kan ada kementrian terkait, Gubernur, Bupati, ada lembaga perwakilan rakyat. Negara kita negara hukum semua di atur sesuai hukum yang berlaku. Jadi, JATAM jangan seolah olah seperti pemerintah membuat ultimatum. Kalau mau bicara soal tambang mari kita duduk satu meja dan bicara secara terbuka sesuai data,” tuturnya.

Kepada seluruh masyarakat wawonii untuk tetap menjaga persaudaraan, kekeluargaan agar tidak muda terprovokasi dengan seruan-seruan yang tidak jelas termasuk seruan dari JATAM,” pungkasnya.