Serap Aduan Masyarakat Terkait Bansos, Dinsos Butur Bentuk Tim SLRT
Keterangan Gambar : Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buton Utara, Muliana

Serap Aduan Masyarakat Terkait Bansos, Dinsos Butur Bentuk Tim SLRT

87 views
0

Butur, Radarsultra.co.id – Segala keluhan masyarakat terkait penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) kini dapat diadukan langsung oleh masyarakat kepada tim penyelenggara Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) untuk penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu serta Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Masyarakat bisa mengadukan keluhannya kepada 50 tenaga fasilitator dan tiga supervisor yang memiliki lima fungsi dan salah satunya mencatat keluhan terkait masalah sosial termasuk Bansos.

Tim yang dibentuk ini, dinilai sejalan dengan arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Surat Edaran Nomor 11 tahun 2020 tentang penggunaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan non DTKS dalam pemberian bantuan sosial ke masyarakat. Di mana, salah satu poinnya (poin 5) memuat tentang partisipasi masyarakat yang berbunyi.

“Untuk peningkatan peran serta masyarakat, agar dalam setiap pemberian bantuan sosial Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah perlu menyediakan fasilitas layanan pengaduan dari masyarakat. Fasilitas ini harus diupayakan agar mudah dan murah penggunaannya termasuk memberi informasi tentang tindak lanjut pengaduan yang ada”

Kepala Dinas Sosial, Muliana, melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Butur, Alman, menyampaikan, Fasilitator ini tersebar di desa dan kelurahan di 6 (enam) kecamatan di Kabupaten Butur. Sedangkan 3 (tiga) supervisor tim masing-masing bertanggungjawab di dua kecamatan. Mereka, dilengkapi nomor kontak (Hp) yang dapat dihubungi.

Sejalan dengan fungsinya, Lanjut Alman, maka pihaknya memperdayakan fasilitator dimaksud sebagai saluran pengaduan bagi masyarakat. Salah satunya keluhan terkait pendataan penerima Bansos Covid-19.

“Misalnya, ketika ada keluhan karena merasa tidak terdata pada penerimaan bansos covid-19. Ketika ada keluhan di masyarakat, katakanlah mereka merasa bahwa seharusnya dapat, kenapa tidak dapat, mereka mengeluh nanti via telepon dengan fasilitator dimaksud, di mana wilayahnya ditempatkan,” kata Alman, Kamis (14/5/2020).

Alman menjelaskan, seluruh aduan akan ditampung oleh tim, dan sebelum ditindaklanjuti, aduan yang telah diserap para fasilitator di lapangan akan diproses oleh supervisor terlebih dahulu.

“Dari supervisor inilah aduan kemudian akan disaring, mana yang layak ditindaklanjuti dan mana yang tidak,” jelasnya.

Dijelaskan pula, apabila dalam penyampaian keluhan tidak cepat ditindaklanjuti oleh fasilitator, yang bersangkutan bisa langsung menghubungi supervisor atau manajer tim SLRT untuk penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu serta PPKS Butur, Alman.

“Langsung. Nda ada masalah. Initinya kita beri kemudahan. Jadi, tidak perlu mengeluh di luar, langsung ke SLRT,” lanjutnya