Sengketa Lahan, Dua Warga Halau Aktivitas Pembersihan Lahan PT GKP
Keterangan Gambar :

Sengketa Lahan, Dua Warga Halau Aktivitas Pembersihan Lahan PT GKP

245 views
0

Langara, Radarsultra.co.id – Kegiatan pembersihan atau perapian lahan PT. Gema Kreasi Perdana (GKP) di Desa Sukarela Jaya Kecamatan Wawonii Tenggar Kabupaten Konawe Kepulauan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dihadang oleh dua orang warga yang mengaku sebagai pemilik lahan. Keduanya adalah Abaruddin dan istrinya Marwah.

Sempat beredar di media sosial, video penghadangan yang dilakukan oleh kedua orang tersebut dengan memperlihatkan aksi Abaruddin dan Marwah yang sedang menghalau alat berat yang tengah melakukan pembersihan lahan.

Dalam vidio yang beredar di media sosial beberapa waktu lalu, Marwah mengaku tidak pernah menjual lahan tersebut. Sehingga dia berdiri dan meminta agar aktifitas pembersihan lahan yang diakuinya sudah memasuki lahan miliknya segera dihentikan.

Menanggapi hal tersebut, pihak PT. GKP yang dihubungi via telepon mengaku bahwa lahan yang dibersihkan tersebut telah diganti untung tanam tumbuhnya dari keluarganya bernama Yasri.

Humas GKP, Marlion mengatakan, pihaknya mulai membersikan lahan itu dari pagi hari sekitar pukul 08:30 Wita, Selasa, (09/07/2019). Namun tiba-tiba setelah berjalan tiga jam pembersihan datanglah seorang ibu bernama Marwah yang mengaku sebagai pemilik lahan dan menghalau alat berat. Sementara menurut pihak PT. GKP lahan ini sudah dibebaskan pihak perusahaan.

“Kami sudah memberikan ganti untung tanam tumbuh kepada bapak yasri sesuai dengan surat keterangan yang ditandatangani pemerintah desa setempat dan dilengkapi dengan surat surat pendukung lainnya sehingga kami memiliki hak untuk melakukan perapian atas tanam tumbuh tersebut. Kami juga tetap menghormati semua pihak yang ada dan dengan itikad baik kami hentikan perapian tanam tumbuh tersebut sambil mendudukkan antara pak Yasri dan ibu Marwah,” (10/7/2019)

Marlion menambahkan, pihaknya sampai sejauh ini belum melakukan aktifitas penambangan berupa eksploitasi. “Perusahaan kami belum menambang. Belum ada aktifitas eksploitasi,” ujarnya.