Sempat Disebut OTG, Delapan Warga Butur Masih Berstatus Pelaku Perjalanan
Keterangan Gambar : Juru Bicara (Jubir) GTC-19 Butur, dr. Ali (tengah)

Sempat Disebut OTG, Delapan Warga Butur Masih Berstatus Pelaku Perjalanan

115 views
0

Butur, Radarsultra.co.id – Delapan orang penumpang kapal KM. Lambelu asal Kabupaten Buton Utara (Butur) yang disebut sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTC-19) Butur beberapa waktu lalu ternyata belum memenuhi syarat untuk dinyatakan sebagai OTG.

Juru Bicara (Jubir) GTC-19 Butur, dr. Ali Badar menjelaskan, kedelapan orang tersebut diketahui memiliki riwayat perjalanan dengan menggunakan kapal KM. Lambelu yang saat itu terdapat sekitar kurang lebih 20 orang Anak Buah Kapal (ABK) yang dinyatakan Positif Covid-19. Atas dasar itu, kedelapan warga Butur tersebut diduga memiliki riwayat kontak erat (jarak 1 meter) dengan orang terinfeksi Covid-19.

Sebenarnya kalau dari panduan teknis kesehatan itu protokolnya yang ada riwayat kontak erat kita masukkan OTG karena Lambelu kan awalnya ada sekitar 20an ABK yang positif,” jelas dr. Ali Badar saat ditemui awak media di RSUD Butur, Sabtu, (18/04/2020).

Untuk mengantisipasi resiko atau efek yang berlebihan terhadap kasus ini, jadi pada saat ada kami dengar kasus positif yang ABK, langsung kami sebut (8 penumpang asal Butur) OTG karena memang ada kontak erat,” lanjutnya.

Namun, saat hendak diinput ke Surveilans Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), kedelapan orang tersebut rupanya dinyatakan belum memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai OTG.

Delapan orang yang kami sebut OTG di Butur ini dikirim ke Surveilans Provinsi itu belum disetujui, karena menurut Surveilans Provinsi sesuai dengan alur di kapal itu harus ada persetujuan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP),” ungkapnya.

Sambil menunggu kesimpulan dari KKP terkait delapan orang teraebut, dr. Ali mengatakan kedelapan warga Butur yang sebelumnya dinyatakan sebagai OTG itu kini dinyatakan sebagai pelaku perjalanan yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah zona merah Covid-19.

Meskipun demikian, pihaknya tetap memberikan perlakuan layaknya OTG dengan pemantauan ketat terhadap delapan orang tersebut.

Sambil kita menunggu keputusan, kesimpulan dari KKP, yang delapan orang ini kita katakan sebagai pelaku perjalanan dari daerah terjangkit, tapi perlakuan teknis kita di lapangan perlakuan untuk OTG supaya kita pantau, jadi tetap kita pantau ketat,” kata dr. Ali.

Untuk diketahui delapan orang dimaksudkan berada di wilayah kerja puskesmas Kulisusu, Lambale dan Bonegunu.