Sempat Dikabarkan Hilang, Seorang Pensiunan ASN Kota Kendari Ditemukan Tewas Gantung Diri
Keterangan Gambar :

Sempat Dikabarkan Hilang, Seorang Pensiunan ASN Kota Kendari Ditemukan Tewas Gantung Diri

53 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Sempat dikabarkan hilang sejak Jumat, (26/07/2019) Drs Samadikun (67) yang diketahui merupakan seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya berhasil ditemukan, namun menyedihkan, saat ditemukan Drs. Samadikun sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Postingan di sosial media facebook

Almarhum Drs. Samadikun diduga meninggal dunia setelah melakukan aksi gantung diri disebuah rumah kosong didaerah Jalan Boulevar, Kecamatan Baruga Kota Kendari.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dokter Forensik Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Kompol. Dr. Mauluddin, Minggu, (28/07/2019). Berdasarkan hasil visum terhadap Almarhum, pihak Dokter Forensik menemukan adanya jejas intravital di bagian di sekeliling leher Almarhum.

“Dari hasil pemeriksaan visum etervertum terhadap almarhum Drs. Samadikun kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan, jadi ditemukan simpul hidup pada leher, kemudian jejas intravital pada daerah leher, artinya lilitan terjadi pada saat korban masih hidup,” ungkap Kompol. Dr. Mauluddin, Minggu, (28/07/2019).

Lebih lanjut, Polisi yang akrab disapa Danjen (Daeng Jenaka) tersebut mengatakan, pada saat ditemukan, Almarhum mengenakan baju lengan panjang hitam motif merah dan diperkirakan sudah meninggal dunia selama kurang lebih enam jam.

Berdasarkan keterangan dari keluarga Almarhum. Drs. Samadikun diduga mengalami depresi berat akibat dari rentetan persoalan yang dihadapinya belakangan ini.

“Perkiraan kematian kurang dari enam jam pada saat pemeriksaan di TKP,” ucapnya.

“Jadi untuk permasalahan memang dari keluarga sudah ada menyampaikan bahwa ada persoalan yang dialami oleh korban termasuk mungkin baru saja menjalani operasi terhadap penyakit yang dialami oleh almarhum. Ada tanda tanda itu namun motifnya mungkin nanti biar penyidik yang mendalami,” katanya.