Selama 2021, Pemanfaatan Sistem QRIS Terus Mengalami Peningkatan
Keterangan Gambar : Ketgam: Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sultra, Bimo Epyanto.

Selama 2021, Pemanfaatan Sistem QRIS Terus Mengalami Peningkatan

0

Kendari, Radarsultra.co.id – Sepanjang tahun 2021, transaksi non tunai menunjukan tren yang meningkat khususnya transaksi melalui e-commerce. Meningkatnya preferensi dan akseptasi masyarakat terhadap teknologi dan kemudahan system pembayaran mendorong peningkatan tersebut.

Ketgam: Bincang Bareng Media (BBM) bersama perwakilan BI Sultra disalah rumah makan di Kendari

Perkembangan transaksi non tunai tersebut juga didukung oleh tren akseptansi QRIS oleh merchant yang tercatat pada tahun 2021 sebanyak 75,218 merchant di Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menggunakan QRIS, serta upaya pemerintah pusat dan daerah untuk menciptakan ekosistem keuangan digital melalui Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETP) danTim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sultra, Bimo Epyanto mengatakan, perkembangan ini tercapai melalui berbagai upaya mulai dari pembentukan TP2DD Kendari sebagai pilot project hingga terbentuknya 18 TP2DD di Sultra, eletronifikasi retribusi PKL Kali Kadia dan Bus Translulo, serta elektronifikasi pembayaran PDAM dan Pasar Tradisional di Kendari.

Selain itu kita terus melakukan sosialisasi dan perluasan 69 ribu merchat QRIS juga pelaksanaan user experience QRIS di Kendari, Wakatobi Kolaka,” ujar Bimo dalam Bincang Bareng Media (BBM) BI Sultra disalah rumah makan di Kendari, Jumat, (07/01/2021).

Selain itu, lanjut Bimo, ditengah peningkatan transkasi non tunai, transkasi tunai juga tetap terus dijaga ketersediaanya. Pada triwulan IV 2021 terjadi net outflow sebesar 1,588 miliar rupiah, meningkat dari triwulan sebelumnya namun mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami net outflow sebesar 1.923 miliar rupiah. Peningkatan peredaran uang pada Tw IV 2021 tersebut terjadi sesuai siklus tahunannya dimana pada periode tersebut terdapat perayaan Nataru yang secara historis menyebabkan peningkatan transaksi tunai masyarakat.

“Secara umum, sepanjang tahun 2021, terjadi peningkatan peredaran uang dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa aktivitas konsumsi masyarakat mulai membaik sejalan dengan penurunan kasus Covid-19 di Sultra dan berbagai daerah di Indonesia,” kata Bimo Epyanto.