Sekwan Provinsi Sultra Dipolisikan
Keterangan Gambar :

Sekwan Provinsi Sultra Dipolisikan

682 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Mulutmu harimaumu, mungkin itulah yang harus diingat oleh setiap orang untuk bisa menjaga perkataan yang hendak dilontarkan baik itu secara langsung ataupun melalui Sosial Media (Sosmed).

Senin, (07/10/2019) Sekretaris Dewan (Sekwan) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Trio Prasetyo resmi diadukan ke pihak kepolisian dengan bukti surat pengaduan tertanggal 7 Oktober 2019.

Trio Prasetyo diadukan karena diduga melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap pelapor Marlin (37) seorang pegiat olahraga beladiri Kempo asal Sultra yang sudah mencatatkan jejak prestasi di dunia Kempo hingga ke tingkat Nasional.

Untuk diketahui, Marlin mulai bergelut di dunia Kempo pada tahun 1996, awal mula karir Marlin di dunia Kempo dimulai dari organisasi Perkemi hingga akhirnya dengan alasan tertentu, Marlin memutuskan untuk pindah ke Organisasi Porkemi pada 19 Juli 2019.

Kuasa hukum Marlin, Azwar Anas Muhammad, SH. mengatakan, dalam resume pelapor, disebutkan bahwa telah terjadi bentuk penghinaan atau pencemaran nama baik terhadap saudara Marlin yang berawal pada percakapan di group WhatsApp dimana dalam percakapan tersebut foto Marlin yang menggunakan atribut Porkemi disertakan, rentetan dari percakapan itu, muncullah kata-kata yang dianggap menghina atau mencemarkan nama baik Marlin  dan organisasi Porkemi.

“Kami dari kuasa hukum Marlin menginginkan proses lidik yang dilakukan oleh pihak Ditreskrimsus sendiri menguatkan daripada dalil-dalil pelapor sendiri, yaitu dimana dalam resume pelapor telah terjadi bentuk penghinaan atau pencemaran nama baik terhadap saudara Marlin sendiri,” kata Azwar yang dikonfirmasi via telepon, Selasa (08/10/2019).

“Disitu ada kata-kata Murtad, dibilang khilaf, hilang kepercayaan diri, artinya sangat disayangkan kepindahannya, padahal kan mereka tidak paham, dalam hal ini bahwa Porkemi itu adalah organisasi beladiri Kempo yang legal dan sudah mengantongi SK dari Kemenkumham,” lanjutnya.

Senada dengan pernyataan Azwar, Dodi, SH yang juga kuasa hukum Marlin mengaku sangat menyayangkan tindakan Trio Prasetyo. pihaknya berharap, pihak kepolisian bisa tegas dalam memproses kasus yang telah membawa dampak buruk terhadap individu Marlin dan organisasi Porkemi.

“Kami Kuasa hukum dari Marlin selaku pelapor atau pengadu menekankan supaya pihak kepolisian untuk tegas dan cepat memproses persoalan ini agar terlapor Trio Prasetyo dan yang turut serta dalam percakapan yang diduga mengandung hinaan terhadap Marlin dengan kalimat Murtad itu juga diproses,” ungkapnya.

Menurut tim kuasa hukum Marlin, Kata Murtad adalah bentuk penghinaan paling tercela yang dapat berdampak buruk bagi individu yang dikatakan Murtad.

“Seharusnya dia (Trio) punya etika dalam menggunakan sosial media. Kalau menurut kami, Murtad itu adalah penghinaan yang paling tercela, dalam agama orang dikatakan Murtad itu bukan lagi orang Muslim, jadi itu penghinaan terbesar dan kami kuasa hukum tidak akan pernah bernegosiasi dengan terlapor, karena ini bukan hanya menyangkut pribadi tetapi ini adalah marwah sebagai organisasi Porkemi.

“Untuk itu kami menginginkan proses hukum ini terus berjalan, Harus diproses sampai ke pengadilan, yang berakhir dengan pidana penjara. Untuk diketahui, karena dugaan pasal yang disangkakan di bawah 4 (empat) tahun, jadi tersangka tidak ditahan, makax kita tunggu di akhir persidangan,” tegasnya.