Satu Lagi Mahasiswa Diduga Korban Peluru Nyasar Muncul di Permukaan
Keterangan Gambar :

Satu Lagi Mahasiswa Diduga Korban Peluru Nyasar Muncul di Permukaan

180 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Sepekan berlalu, Peristiwa September Berdarah (Sedarah) yang menewaskan Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi kini sedang ditangani oleh Mabes Polri.

Info yang beredar, benturan antara aparat kepolisian dan ribuan mahasiswa yang melakukan aksi Unjuk Rasa (Unras) di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis 26 September 2019 lalu telah merenggut nyawa 2 (dua) mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) dan beberapa orang lainnya luka-luka.

Belakangan ini, korban luka kembali bertambah. Sekitar pukul 08.00 WITA, beberapa orang mahasiswa menyambangi kantor Ombudsman Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) di Jalan Ahmad Yani, Anaiwoi, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Para mahasiswa tersebut mendampingi Oksa Putra Palulun, seorang mahasiswa Program Pendidikan Vokasi (PPV) Teknik Mesin Universitas Halu Oleo (UHO) yang melaporkan luka tembus di lengan kirinya yang menurut pengakuannya diperolehnya saat aksi Unras tolak RUU KUHP 26 September lalu.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Ombudsman Perwakilan Sultra, Mastri Susilo, ia mengatakan, luka tembus di lengan kiri Oksa diduga karena terkena tembakan.

“Ada luka di lengan sebelah kiri, diduga karena tembakan. Tembus dari depan ke belakang,” kata Kepala Ombudsman Perwakilan Sultra, Mastri Susilo, Kamis, (03/10/2019).

Kepada pihak Ombudsman, Oksa juga membawa pakaian yang dikenakannya saat melakukan Unras. Pakaian tersebut berupa sebuah baju kaos berwarna hitam dan jaket berwarna abu-abu yang lubang diduga akibat peluru.

Menurut Oksa, kejadian tersebut terjadi sangat cepat hingga dirinya tidak menyadari saat lengannya mengalami luka mengerikan tersebut.

“Posisi saya duduk di dekat halte di depan OJK, polisi mendekat (dari arah Kantor Disnakertrans, tiba-tiba ada saya rasa panas (di lengan sebelah kiri, nanti tiba di rumah, baju berasa basah, saya periksa ternyata ada darah,” kata Oksa kepada awak media di Kantor Ombudsman Sultra.

Lanjut, Oksa mengatakan, selang beberapa saat ia merasakan panas di lengan kirinya, ia kemudian melihat seseorang tersungkur di jalanan. Namun ia tak mengetahui pasti siapa orang yang jatuh tersungkur itu.

Pasca kejadian, Oska mengaku sempat khawatir dengan keselamatannya hingga ia memutuskan untuk tidak melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Berkat dukungan dari senior-seniornya di kampus, Oska akhirnya memberanikan diri untuk melapor ke Ombudsman terkait insiden yang dialaminya.

“Kenapa saya baru melapor sekarang karena saya sempat khawatir dengan keselamatan saya. Nanti ada pendampingan dari senior-senior, saya beranikan diri (melapor) ke Ombudsman,” pungkasnya.