Sambut Tahun Baru Islam, Dzikir dan Doa Bersama Menggema di Waode Buri Buton Utara
Keterangan Gambar :

Sambut Tahun Baru Islam, Dzikir dan Doa Bersama Menggema di Waode Buri Buton Utara

36 views
0

Butur, Radarsultra.co.id – Lantunan dzikir dan doa bersama bergema di Masjid Babu Takwa yang dikumandangkan para jama’ah muslim dan muslimah di Desa Waode Buri, Kecamatan Kulisusu Utara (Kulut) Kabupaten Buton Utara (Butur) Minggu (01/09/2019)

Zikir dan doa itu dilaksanakan dalam rangka peringatan tahun baru islam 1441 Hijriah dan syukuran atas nikmat rezeki hasil panen pertanian di Kecamatan Kulisusu Utara.

Antusias warga tampak memeriahkan perhelatan tersebut dengan hajatan khas daerah (dulang) yang di isi dengan beragam makanan hasil pertanian maupun perkebunan seperti beras organik yang saat ini dikembamgkan oleh pemerintah Daerah (Pemda) Butur.

Camat Kulisusu Utara, Ausi selaku pelaksana kegiatan mengatakan bahwa disamping memperingati tahun baru hijriah, perhelatan Dzikir dan doa bersama itu juga merupakan rangkaikan syukuran atas hasil panen pertanian masyarakat yang dikenal dengan sebutan pesta panen.

“Di momentum ini doa dan syukur kita panjatkan kepada yang maha kuasa Allah SWT,” kata Ausi, Minggu, (01/09/2019).

Turut hadir dalam acara tersebut, Bupati Butur, H. Abu Hasan didampingi ketua Tim penggerak PKK mengapresiasi pemerintah Kecamatan Kulisusu Utara atas inisiatif mengadakan acara tersebut dengan harapan semoga bisa menjadi spirit bagi masyarakat untuk terus bekerja dan berusaha dalam mencari rezeki.

“Mudah-mudahan dengan zikir dan doa dapat memberikan rizki kepada kita,” kata Abu Hasan.

Lebih lanjut, dalam momen peringatan tahun baru Islam kali ini, Abu Hasan menjelaskan tentang konsep manusia dalam pandangan agama dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya sebagai hamba yang bersyukur.

Menurutnya Manusia dari sudut pandang agama itu adalah unsur fisik, pikiran dan rohani.

Pertama Kebutuhan fisik, sebenarnya kita sudah penuhi, bahkan hampir seluruh hidup kita siang dan malam sudah membanting tulang demi memenuhi kebutuhan fisik kita. Untuk memenuhi kebutuhan fisik itu kita membutuhkan kerja keras. Saya tau Masyarakat waode buri ini memiliki fisik yang kuat untuk bekerja keras,” ungkapnya.

Kemudian adalah Kebutuhan pikiran, Abu Hasan menjelaskan, hampir semua waktu kita sudah kita penuhi kebutuhan pikiran.

“Kita memikirkan bagaimana kehidupan keluarga, memikirkan masa depan kita dan lain sebagainya. Dan yang ketiga sebenarnya biaya memenuhi kebutuhan fisik dan kebutuhan pikiran, jauh lebih besar dari kebutuhan rohani kita. Kadang-kadang kita lupakan, padahal tidak mahal hanyalah berdoa dan berdzikir kepada Allah SWT,” lanjutnya

“Yang menghadap kehadirat Allah bukan fisik kita, tapi rohani kita,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, orang nomor satu di daerah ini memintah agar semua pihak memperhatikan masjid-masjid yang ada untuk dimakmurkan dengan mengisi ibadah di dalamnya.

“Saya minta dengan masjid kita ini dapat dimakmurkan dengan beribadah didalamnya,” himbaunya.

Untuk diketahui, perhelatan Dzikir dan Doa bersama tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Muhammad Yasin, para kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, alim ulama, majelis taklim dan remaja masjid setempat.