RSUD Terlantarkan Pasien,  Bupati Wakatobi di Minta Memberi  Sanksi
Keterangan Gambar :

RSUD Terlantarkan Pasien, Bupati Wakatobi di Minta Memberi Sanksi

117 views
0

Wakatobi-Radarsultra.co.id–Atas tudingan kelalaian dokter dan perawat RSUD Wakatobi yang menelantarkan pasien sehingga bakal bayi salah seorang pasien berinisial WD yang akhirnya keguguran, Senin malam (2/1) lalu. Kini berujung aksi demonstrasi atas tuntutan agar para perawat dan dokter diberi sanksi tegas.

Aliansi pemuda menggugat (APM) Wakatobi melalui korlapnya, Muhammad Alwi, Kamis (12/1/2017) membeberkan sejumlah kelalaian dalam proses pelayanan yang tidak memenuhi standar hak-hak pasien yang diatur UU No 23/ 1992 pada pasal 14, pasal 53 dan pasal 55 sehingga pasien harus terlantar padahal seyogyanya aturan tersebut menjadi standar profesi para dokter maupun perawat.

“Pelayanan di RSUD Wakatobi itu kami sudah survey dan hasilnya kurang lebih dari 300 warga yang telah berobat merasa tidak puas dan ditelantarkan. Ini adalah salah satu bukti dalam proses pelayanan para dokter maupun perawat tidak memiliki standar pelayanan yang baku karena hasilnya dimana masyarakat sangat berbanding terbalik dengan visi-misinya,’’ tegas Alwi dalam orasinya.

Bahkan Alwi menceritakan sebuah kisah selain korban WD yang telah keguguran, dan ditudingkan atas kelalaian pelayanan. Kata dia juga pernah ada pasien yang dibawa ke rumah sakit dan pasien tersebut sakit gula dan tindakan yang diberikan hanya dikasih obat Paracetamol.

“Minggu lalu ada pasien yang keguguran dalam prosesnya dia dipersulit dengan alasan bahwa dokternya capek dan ketika diminta kesiapannya karena si pasien darurat kondisinya, perawat bersitegang dengan keluarga pasien (WD) karena tidak mau menghubungi dokter tersebut sebab hari itu hari libur bahkan jawabannya ngelantur katanya dokter itu seorang PNS maka dia juga punya waktu untuk istrahat dan mau berlibur,’’ paparnya.

Aksi yang sempat menyita perhatian pedagang pasar sentral ini, karena orasi yang dilakukan tepat dipasar sentral Wangi-Wangi Selatan meskipun terbilang singkat karena hujan, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Wakatobu Juhaidding,SE mengajak para pendemo untuk duduk dan dialog bersama diruang kerjanya.

Juhadding berjanji akan menyampaikan kepada Bupati selaku atasannya, khususnya mengenai kinerja pelayanan RSUD dan semua persoalannya sehingga dalam waktu dekat bakal dievaluasi apabila dokter dan perawat menyalahi standar pelayanan terhadap pasien.

“Insya Allah saya akan sampai dalam waktu 1 atau 2 hari kedepan. Dan kita akan panggil Dirut RSUD untuk dimintai keterangannya agar mengetahui apa persoalannya, mengapa hingga terjadi demikian setelah itu kita akan mengambil sikap yang tegas,’’ katanya.

Tidak hanya itu, para demonstran yang diwakili 3 orang orator ini juga mengungkap dugaan atas temuan BKP RI tentang pengadaan barang dan jasa, di lingkup RSUD Wakatobi.

“Kalau itu semua dikembalikan pada data dan fakta, kalau benar maka kamipun berharap bahwa data yang diketahui adik-adik agar di sampaikan pula kekami sebab menyangkut lembaga audit seperti BPK, dan itu punya catatan tersendiri yang disebut tumuan jika terjadi kelalaian anggaran,’’ ungkap. Pak Juha nama panggilan akrab plt.Sekda Wakatobi ini. ( C )

About author