Rehabilitasi, Penyalahguna Narkotika Lapas Kelas II A Kendari Belajar Keterampilan Khusus 
Keterangan Gambar :

Rehabilitasi, Penyalahguna Narkotika Lapas Kelas II A Kendari Belajar Keterampilan Khusus 

53 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Sebanyak 60 (enam puluh) warga binaan pecandu dan penyalahguna Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II (dua) A Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil mengikuti program rehabilitasi narkotika.

 

Ketgam Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara, Sofyan (tengah) bersama warga binaan pecandu dan penyalahguna Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II (dua) A Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)

Rehabilitasi tersebut merupakan program dari Dirjen Pemasyarakatan yang mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak khususnya Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten/Kota maupun Provinsi seperti Dinas Pertanian, Perikanan dan Kesehatan.

Pada proses rehabilitasi selama 6 (enam) bulan, para pecandu dilatih melakukan kegiatan-kegiatan positif berupa keterampilan khusus yang bisa digunakan dalam bermasyarakat ketika bebas nanti, selain keterampilan khusus, para pecandu juga diberi pendidikan kerohanian dan fisik untuk melatih kepercayaan diri dan pengembangan karakter para narapidana.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara, Sofyan mengungkapkan, rehabilitasi tahap 1 (satu) ini akan dilanjutkan dengan rehabilitasi tahap 2 (dua) yang akan diikuti oleh 40 orang warga binaan.

Kita melakukan itu bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi melakukan pelatihan-pelatihan kepada napi-napi kami yang kecanduan Narkoba. Ini diberikan pendidikan secara kerohanian dan secara jasmani sehingga akan berdampak positif dari yang tadinya pemakai menjadi tidak memakai lagi, yang tadinya tidak sholat sekarang bisa sholat,” kata Sofyan saat ditemui di Lapas Kelas II A Kendari, Senin, (06/07/2020).

Dalam kesempatan ini pun kami dibantu oleh teman-teman dari BLK yang sudah banyak membantu teman-teman disini dalam rangka pemberdayaan para warga di pemasyarakatan dengan jalan melakukan pelatihan-pelatihan pembuatan masker, pertukangan, las,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala BLK Kendari Dr. Laode Haji Polondu mengatakan dukungan BLK dalam Rehabilitasi ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah disepakati antara BLK dan Kanwil Kemenkumham Sultra yang telah disepakati pada 15 Januari lalu.

Pada tanggal 15 Januari yang lalu, bertempat di Swiss-Belhotel sampai tahun 2020 saya dengan pak Kakanwil KUMHAM memperbarui apa yang sudah dilakukan MoU oleh kepala-kepala BLK sebelum saya sehingga kegiatan yang dibuka sebelumnya dan ditutup pada hari ini kemudian dilanjutkan lagi pada hari ini juga dengan tahap dua itu bagian dari manifestasi atau MoU yang sudah kita sepakati bersama,” ungkap Dr. Laode Haji Polondu.

Untuk mendukung program rehabilitasi ini, pihak BLK menyediakan Instruktur kejuruan otomotif dan pengelasan yang akan melatih para warga binaan dalam mengembangkan bakat di bidang tersebut.

Karya mereka disini yaitu membuat tenda terowongan yang InshaAllah nanti akan bermanfaat baik untuk internal BLK dan juga bisa dimanfaatkan oleh teman-teman di luar,” lanjutnya.

Selain itu, para peserta rehabilitasi juga dilatih membuat masker yang akan digunakan oleh warga binaan itu sendiri dan tidak menutup kemungkinan juga bisa diperjual belikan di luar lapas.

Masker dibuat sebagai hasil pelatihan tanggap Covid-19 di BLK Kendari, kami serahkan ke pak Kakanwil Kemenkumham yang selanjutnya diserahkan kepada pak kalapas lalu penggunaannya oleh saudara-saudara kami warga binaan disini,” pungkasnya.