Rapid Tes Masal Kedua GTC-19 Butur, Kali Ini di Masjid At-Taufiq, Hasilnya Non Reaktif
Keterangan Gambar : Rapid tes di Masjid At-Taufiq Buton Utara

Rapid Tes Masal Kedua GTC-19 Butur, Kali Ini di Masjid At-Taufiq, Hasilnya Non Reaktif

70 views
0

Butur, Radarsultra.co.id – Setelah melakukan Rapid Tes masal di Pasar Mina-minanga, Kecamatan Kulisusu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTC-19) Kabupaten Buton Utara (Butur) kembali menggelar rapid tes di Rumah Ibadah.

Rapid tes kali ini dilaksanakan di Masjid At-Taufiq dengan total sampel rapid tes sebanyak 45 Sampel yang diambil dari Jama’ah shalat Jum’at di Masjid At-Taufiq.

Juru Bicara (Jubir) GTC-19 Butur, dr. Ali Badar mengungkapkan, dari 45 Sampel tersebut tidak satupun yang menunjukan hasil rekatif Covid-19. Setelah di Masjid At-Taufiq, dr. Ali Mengatakan pihaknya akan kembali menggelar rapid tes masal di Masjid At-Taqwa dan kantor Bupati Buton Utara.

Hari ini sekitar 45 sampel rapid tes di masjid At-Taufiq, Alhamdulillah semua menunjukkan non reaktif,” kata dr. Ali Badar ditemui usai menggelar rapid tes masal di Masjid At-Taufiq, Jumat, (05/06/2020).

Target selanjutnya setelah masjid At.Taufiq di masjid At-Taqwa, kemudian target di kantor Bupati untuk mewakili populasi yang ada di perkantoran,” lanjutnya.

Sembari berjalan rapid tes untuk diwilayah Butur, GTC-19 Butur juga akan melakukan rapid tes massal di wilayah perbatasan atau pintu-pintu masuk Kabupaten Butur,

Posko perbatasan Butur ada lima, pertama di pelabuhan Wa Ode Buri, pelabuhan feri Labuan, di perbatasan matalagi, di perbatasan ronta, dan di perbatasan desa mata. Kita tunggu dulu berapa jumlah orang yang melewati perbatasan jadi bisa kita prediksi dalam sehari itu berapa orang yang akan di rapid,” ujarnya.

Tidak hanya masyarakat, Rapid Tes juga dilakukan terhadap petugas kesehatan yang beresiko dalam penanganan Covid-19 ini.

dr. Ali menegaskan, pihaknya tidak mau terlena dengan status zona hijau Covid-19 yang sampai saat ini masih bisa dipertahankan oleh pemerintah Kabupaten Butur, dan rapid tes massal ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah untuk mendeteksi sejak dini kasus Covid-19 di Butur,

Karena tidak bisa dipastikan bahwa Butur ini zona hijau kalau deteksinya masih kurang. Jadi ibaratnya no tes no case, tidak ada tes tidak ada kasus jadi bukan berarti zona hijau kita bilang aman, kecuali kita sudah lakukan screening masif didalam kota maka kita pastikan bahwa kita tidak jumpai kasus, bahwa lingkungan Butur ini aman,” tegasnya.

Setelah melakukan rapid tes massal, GTC-19 Butur juga akan melakukan swab tes massal dan akan berkelanjutan selama masa pandemi Covid-19 ini belum berakhir.

Jadi setelah rapid tes ini kita lakukan secara massal, insya Allah berkelanjutan kita lakukan swab secara masif juga,”terangnya.

Total terakhir sejak hari kemarin 168 yang di rapid tes dan hasilnya reaktif cuma satu orang yang di Desa Banu-Banua Jaya yang sudah keluar hasil swabnya hasil negatif selain satu orang itu nda ada yang reaktif,” katanya.

Dalam upaya pencegahan, dr. Ali berharap agar rapid tes masif ini untuk terus ditingkatkan guna memastikan Kabupaten Butur siap menghadapi Tatanan Kehidupan Baru atau New Normal.

Mengahadapi new normal ini harus kita pastikan bahwa daerah kita ini aman, kalau upaya rapid tes masifnya kita kurang kita ragu juga menghadapi new normal karena kita kurang deteksi kasus jadi dengan sampel populasi ini bisa mewakili,”harapannya.

Selain itu, dalam mengahadapi new normal, dr. Ali mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak serta meningkatkan imunitas tubuh.

Kedua untuk selalu memperhatikan orang yang masuk diwilayah kita dari daerah lain, kalau misalkan belum terdata di puskesmas untuk dibantu komunikasi ke pihak petugas kesehatan agar semua terdata. Khawatirnya apabila lolos di perbatasan sehingga mereka langsung berbaur di masyarakat akan menjadi resiko besar,” imbaunya.