PT. GKP Diminta Lebih Melibatkan Putra Daerah Wawonii
Keterangan Gambar : Ketua Forum Rekonsiliasi Masyarakat Wawonii Sulawesi Tenggara, H.M.Yakub Toarima (baju abu-abu) bersama para anggota.

PT. GKP Diminta Lebih Melibatkan Putra Daerah Wawonii

0

Kendari, Radarsultra.co.id – PT.Gema Kreasi Perdana (GKP) yang saat ini melakukan kegiatan pertambangan di Pulau Wawonii diminta untuk lebih terbuka kepada masyarakat sekitar serta lebih melibatkan putra putri daerah Pulau Wawonii dalam kegiatan perusahaannya.

Menurut Forum Rekonsiliasi Masyarakat Wawonii Sulawesi Tenggara (Sultra), salah satu kunci sukses PT.GKP dalam melakukan kegiatan pertambangan di Pulau Wawonii yaitu harus bersinergi dengan masyarakat antara lain libatkan putra daerah dalam pengambilan keputusan di dalam perusahaan PT.GKP, sebab apabila tidak ada putra daerah yang dilibatkan dalam pengambilan keputusan di PT.GKP, maka inilah yang sangat mengkhawatirkan masyarakat Wawonii.

Tokoh masyarakat Wawonii sekaligus Ketua Forum Rekonsiliasi Masyarakat Wawonii Sulawesi Tenggara (Sultra), H.M.Yakub Toarima menjelaskan, walaupun di dalam undang-undang minerba atau keputusan kementerian ESDM mengatakan bahwa pulau wawonii bisa di tambang tetapi di sisi lain undang-undang perikanan tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil mengingatkan kita bahwa pulau wawonii itu adalah pulau kecil, maka dari itu kita saling mengawasi dan inilah yang tertanam di masyarakat wawonii sekarang

Apabila pimpinan PT.GKP adalah orang Wawonii maka terburuknya, kalau kegiatan penambangan di Pulau Wawonii membahayakan maka tidak akan sulit untuk di hentikan, tetapi sebaliknya apabila bukan orang Wawonii sekalipun sudah mengancam nyawa manusia dan keselamatan daerah maka belum tentu bisa di hentikan”, ujar mantan inspektur daerah Kab. Konkep tersebut saat ditemui di salah satu cafe di Kendari, Senin, (31/05/2021).

Yakub juga mengungkapkan, bahwa masyarakat Wawonii sangat terbuka dan menghargai. Kultur budaya orang Wawonii sendiri sangat menghargai, termasuk kehadiran PT.GKP anak perusahaan Harita Group di pulau Wawonii, namun di sisi lain PT.GKP lah yang sangat tertutup terhadap masyarakat Wawonii.

Jangankan melakukan sosialisasi terhadap rencana kegiatan penambangan PT.GKP di pulau wawonii, kami pun sudah 3 kali berturut-turut melayangkan surat untuk bertemu dengan pihak Harita tetapi tidak satupun surat kami yang di sahuti, jadi saya tidak mengerti apakah memang karakter Harita sudah seperti itu atau manajemen PT.GKP yang tidak profesional”, ujarnya.

“Jadi apabila pihak Harita tidak mengindahkan saran dan masukan dari berbagai pihak maka saya yakin beberapa anak perusahaan Harita seperti PT.GKP akan sangat sulit untuk beroperasi di Pulau Wawonii”, ungkap Yakub.

Ditempat yang sama, Sekretaris Forum Rekonsiliasi Masyarakat Wawonii Sultra, Jaswan Tiroau SR mengatakan, bahwa apa yang di lakukan oleh PT.GKP di Pulau Wawonii terkait dengan rencana kegiatan penambangan harus ada keterbukaan, sebab ketika dirinya masih aktif di DPRD Konkep dulu pernah mengundang hearing PT.GKP yang diwakili oleh direktur operasionalnya dan dirinya pertanyakan RKAB PT.GKP jumlah karyawan yang seharusnya di rekrut hanya 25 orang tetapi yang menerima sampai 507 karyawan,

Saya bilang untuk apa menerima karyawan begitu banyak sementara PT.GKP belum ada kegiatan, jadi kita harus jujur lahan-lahan masyarakat belum ada yang di bayar kecuali tanam tumbuh lalu kita mau paksakan untuk masuk menambang, bagaimana mungkin. inilah mestinya yang harus di ketahui oleh Harita sebagai induk perusahaan, manajemen PT.GKP melaporkan kepada Harita seperti ini tapi faktanya di lapangan berbeda.

Inilah yang menyebabkan mispersepsi. Oleh karena itu saya minta kepada Harita untuk melakukan evaluasi total terhadap manajemen PT.GKP yang ada sekarang sebab ini masih pola-pola lama yang di pakai kalau memang PT.GKP mau beroperasi, saya tidak mau ada hal kecil kemudian menjadi konflik, lebih baik tidak ada tambang di wawonii dari pada kita konflik”, tutupnya.