Potongan Kaki Manusia Ditemukan Di Lorong Garuda Kambu
Keterangan Gambar :

Potongan Kaki Manusia Ditemukan Di Lorong Garuda Kambu

Editors choice
602 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id

Potongan kaki manusia ditemukan di lorong Garuda, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (15/04/17).

Potongan kaki tersebut ditemukan oleh Musfiah (45) salah seorang warga Kelurahan Kambu yang bermukim tidak jauh dari lokasi penemuan kaki tersebut.

Hal tersebut dibenarkan oleh  Kapolsek Poasia, Kompol Haerudin, bahwa potongan kaki tersebut ditemukan pada pukul 07.30 Wita oleh Musfiah (45) salah seorang warga Kelurahan Kambu yang bermukim tidak jauh dari lokasi penemuan kaki tersebut, Sabtu (15/04/17).

Setelah potongan kaki tersebut ditemukan, pihaknya kemudian mengamankan potongan kaki tersebut ke RS Bhayangkara Kendari.

“Potongan kaki tersebut ditemukan sekitar pukul 07.30 wita oleh seorang warga atas nama Musfiah (45), dan untuk selanjutnya kita akan mengamankan potongan kaki tersebut ke RS. Bhayangkara,” kata Haerudin.

Selain Musfiah, pihak Polsek Poasia juga menemukan seorang saksi mata atas nama Imran (20) seorang mahasiswa Administrasi Universitas Halu Oleo (UHO) yang mengaku bahwa pada malam hari sebelum ditemukannya potongan kaki tersebut pada sekitar pukul 20.00 Wita telah melihat tiga orang laki-laki yang tidak dikenal sedang menggali tanah di daerah sekitar penemuan kaki tersebut.

Setelah diidentifikasi, potongan kaki kanan tersebut diketahui adalah milik Nurbiah (50) seorang warga Kabupaten Muna yang menjalani operasi amputasi pada, Jum’at (14/04/17).

Nurbiah diketahui mengidap penyakit gangguan syaraf tulang pada kaki kanannya yang terpaksa harus diamputasi untuk mencegah penyakit tersebut menjalar ke seluruh tubuhnya.

Setelah dilakukan identifikasi lebih lanjut oleh pihak kepolisian, diketahui bahwa potongan kaki tersebut sengaja dikuburkan oleh keluarga pasien.

”Sekarang keluarganya sudah mengambil kembali potongan kaki tersebut di RS Bhayangkara,” kata Haeruddin saat dikonfirmasi lewat telepon selulernya.

Muhammad Arman (21), keluarga pasien tersebut mengatakan bahwa dirinya bersama dua orang sepupunya terpaksa membawa pulang potongan kaki tersebut dari RS. Bahteramas lantaran pihak rumah sakit tidak bersedia menyimpan potongan kaki tersebut.

Karena takut, akhirnya ketiganya sepakat untuk menguburkan potongan kaki tersebut dengan tujuan untuk mengamankan dan kemudian digali kembali.

“Tadi malam itu kita ditelpon, diminta untuk amankan itu potongan kaki. Tapi kita takut kalau disimpan di dalam kamar, jadi kita berinisiatif untuk kuburkan saja dulu, baru nanti digali kembali,” kata Arman di RS Bhayangkara.

Menurut pengakuan Arman, pihaknya juga sempat mendapatkan ancaman dari pihak RS. Bahteramas.

“Pihak rumah sakit mengancam tidak akan memindahkan pasien ke ruangan lain jika potongan kaki hasil amputasi tersebut tidak segera dibawa pulang,” kata Arman.

“Mau diapa lagi, kita juga disuruh sama orang rumah sakit. Jadi kita keluarga sepakat untuk bawa pulang dan kuburkan saja itu kaki,” tambahnya.(A)