Polda Sultra Ungkap Kepemilikan Satu Kg Ganja Kering Beserta Pohonnya Yang Ditemukan di Perumahan Warga
Keterangan Gambar :

Polda Sultra Ungkap Kepemilikan Satu Kg Ganja Kering Beserta Pohonnya Yang Ditemukan di Perumahan Warga

Editors choice
3

Kendari, Radarsultra.co.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menemukan paket ganja kering siap edar dengan berat satu Kilo Gram (KG), paket ganja tersebut telah siap dijual/edar dalam bentuk kemasan kecil.

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Sunarto bersama Direktur Narkoba Polda Sultra, Kombes Sumarto dan jajarannya mengungkapkan hal tersebut, dikatakannya kasus penemuan ganja tersebut dilakukan di dua tempat kejadian perkara (TKP) dihari yang berbeda.

“Waktu dan tempat kejadian tersebut tepatnya pada hari Senin tanggal 22 Mei kemarin, sekitar Pukul 22.00 Wita, tepatnya di BTN Bumi Wanggu, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, kemudian  keesokan harinya, selasa tanggal 23 Mei berhasil lagi ditemukan di perumahan BTN Graha Mandiri Permai blok C, Punggolaka, Kecamatan Puuwatu,” Kata AKBP Sunarto, Senin (29/05/17).

Kronologi pengungkapan barang haram tersebut, AKBP Sunarto mengatakan berawal dari laporan Subdir. Satu Narkoba pada tanggal 16 mei 2017 lalu, bahwa telah dilakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki dengan inisial (NU), kemudian setelah dilakukan pengembangan hingga seorang tersangka lainnya dengan inisial (WS) berhasil ditemukan di TKP tepatnya di BTN Graha Mandiri Permai.

“Berdasarkan dari laporan dan informasi Subdir Satu Narkoba pada Tanggal 16 Mei, bahwa telah dilakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki yang bernama NU di BTN Bumi Wanggu dari penangkapan tersebut ditemukan satu paket Narkoba yang diduga Shabu tersimpan didalam bungkus rokok yang disimpan didalam saku celananya, kemudian dari hasil pengembangan tersangka, dilakukanlah penangkapan terhadap WS di TKP kedua,” Ungkap Sunarto.

AKBP Sunarto menambahkan saat melakukan penangkapan pada kedua tersangka, pihak kepolisian juga melakukan penggeledahan didalam rumah WS dan berhasil ditemukan barang bukti lainnya berupa ganja kering beserta dengan pohonnya yang ditanam didalam pot yang terbuat dari ember.

“Saat dilakukan penggeledahan dirumah tersangka WS, ditemukan barang bukti lainnya berupa ganja termasuk dengan tanaman ganja, dan barang bukti lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana Narkotika berupa plastik klip berukuran kecil yang diindikasikan untuk mengecer barang haram tersebut, kemudian satu unit Hanphone (HP) dan juga ada biji Ganja, biji ini bisa dikonsumsi bisa juga ditanam,” tambahnya

Modus operandi tersangka NU diketahui telah memesan untuk membeli narkotika jenis Shabu kepada WS melalui Via Transfer, dan setelah dana diterima kemudian WS menyerahkan barang tersebut ditempat yang sudah disepakati oleh kedua tersangka.

Atas tidakan tersebut, tersangka NU dikenakan pasal 114 ayat 1 yakni pidana penjara seumur hidup atau paling singkat lima tahun, dan paling lama 20 tahun penjara dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar maksimal Rp 10 miliar rupiah. Sedangkan untuk tersangka WS disangkakan pasal yang sama dan tambahan pasal 111 ayat 1 pidana paling singkat empat tahun, paling lama 12 tahun penjara serta denda Rp 800 juta sampai  Rp 8 miliar. (B)