Polda Sultra Gagalkan Penyelundupan Ribuan Batang Kayu Ilegal Asal Butur
Keterangan Gambar :

Polda Sultra Gagalkan Penyelundupan Ribuan Batang Kayu Ilegal Asal Butur

1

Kendari, Radarsultra.co.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menggagalkan aksi penyelundupan 2.100 batang kayu ilegal asal Buton Utara (Butur) yang hendak diseberangkan menuju Bima, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pengungkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat yang diterima oleh petugas Ditreskrimsus Polda Sultra tentang adanya sebuah kapal KLM Darma Kencana GT.117 yang berlabuh di perairan ereke, teluk kulisusu, tepatnya di Muara Ronta Kecamatan Bonegunu. Kabupaten Butur Sultra.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sultra, Kombes Pol Winarto, dikatakannya pengungkapan tindak pidana ilegal loging itu terjadi pada hari Kamis 5 Oktober 2017 lalu sekitar pukul 14.00 Wita.

“Kapal tersebut sedang melakukan pemuatan kayu yang diduga berasal dari kawasan hutan Butur,” ujar Winarto, Selasa (10/10/2017).

Lanjut Kombes Pol Winarto, setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung menurunkan anggota polda sultra untuk melacak keberadaan kapal KLM Darma Kencana yang ternyata telah bertolak meninggalkan Muara Ronta.

“Saat anggota berada di lokasi, ternyata kapal KLM Darma Kencana telah bertolak meninggalkan Muara Ronta. Anggota kemudian melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan kapal tersebut beserta nahkodanya,” jelas Winarto Selasa, 10 Oktober 2017.

Lanjut Wakapolda Sultra bahwa ribuan batang kayu ilegal loging yang telah diamankan adalah jenis kayu rimba campuran dengan ukuran bervariasi tanpa dilengkapi dokumen yang sah dari pemerintah.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir reskrimsus) Polda Sultra, Kombes Pol Wira Satya Triputra mengatakan, dalam kasus ilegal loging tersebut pihaknya telah menetapkan nahkoda kapal berinisial JF bin MS (55) sebagai tersangka.

“Kita sudah menetapkan JF bin MS (55) dimana tersangka ini adalah seorang nahkoda kapal, dan menurut pengakuan tersangka, kapal tersebut adalah kapal yang mengangkut barang tergantung dari orderan,” kata Kombes Pol. Wira.

Lebih lanjut, Kombes Pol. Wira mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pemilik kayu yang diketahui berinisial A yang statusnya sudah ditetapkan sebagai DPO.

“Dalam kasus ini kami telah memeriksa beberapa orang saksi diantaranya ABK KLM Darma Kencana GT. 117,”

Untuk mempertanghung jawabkan perbuatannya, tersangka JF dijerat pasal 83 ayat (1) huruf a,b,c, JO pasal 12 huruf d,e,h dan/atau pasal 88 ayat (1) huruf a, jo pasal 16 UU RI No. 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman pidana paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun serta pidana denda paling sedikit Rp500 juta dan paling banyak Rp2,5 miliar. (c)