Polda Sultra Amankan Delapan Ton Minyak Tanah Diduga Ilegal di Perairan Labengki
Keterangan Gambar : Polda Sultra mengamankan 8.000 (delapan ribu) Liter Minyak Tanah di duga ilegal di Perairan Labengki, Kecamatan Tinobu, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sultra.

Polda Sultra Amankan Delapan Ton Minyak Tanah Diduga Ilegal di Perairan Labengki

0

Kendari, Radarsultra.co.id – Sub Direktorat (Subdit) Penegakkan Hukum (Gakkum) Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengamankan 8.000 (delapan ribu) Liter Minyak Tanah di duga ilegal di Perairan Labengki, Kecamatan Tinobu, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sultra.

Ketgam: Polda Sultra mengamankan 8.000 (delapan ribu) Liter Minyak Tanah di duga ilegal di Perairan Labengki, Kecamatan Tinobu, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sultra.

Dir Polairud melaui Kasubid PPID Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh mengatakan, ribuan liter Minyak Tanah tersebut ditemukan di dalam sebuah Perahu Jolor yang berpenumpang 3 (tiga) orang yakni Nahkoda Perahu Jolor Sumarlin (33), dan 2 (dua) Anak Buah Kapal (ABK) Hariyanto alias Ato (44) dan Yayan Kurniawan Mantong (19).

Diperahu tersebut Polisi menemukan 400 Jerigen kapasitas 20 liter yang berisi Minyak Tanah. Hasil temuan sementara, diketahui ratusan liter Minyak Tanah tersebut milik seorang wiraswasta, Muh. Afdal (19) di Desa Matube, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pada hari Senin tanggal 29 Maret 2021, Tim patroli Subdit GAKKUM Ditpolairud Polda Sultra melakukan patroli di seputaran perairan labengki dan melakukan pemeriksaan terhadap Kapal Jolor tanpa nama warna biru putih yang mengangkut BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis minyak tanah tanpa dokumen yang sah yang diisi pada jerigan 20 liter dengan total 400 jerigen yg diperkirakan jumlahnya sekitar 8.000 Liter ( 8 TON ),” kata Dolfi di Kendari, Rabu, (31/3/2021).

Dalam kasus tersebut, Polisi telah mengidentifikasi 2 (dua) terduga pelaku yakni Sang nahkoda kapal, Sumarlin dan pemilik BBM, Muh. Afdal dan juga 2 (dua) orang saksi yakni Hariyanto alias Ato (ABK) dan Yayan Kurniawan (ABK).

Terduga pelaku sudah diamankan beserta barang bukti yaitu 1 (satu) unit Perahu Jolor tanpa nama warna biru putih dan BBM jenis Minyak Tanah yang diisi dalam jerigen 20 liter, total jumlah 400 jerigen atau sekitar 8.000 (delapan ribu) Liter atau 8 (delapan) Ton,” ungkap Dolfi.

Atas perbuatannya, terduga pelaku diduga melanggar Pasal 55 Undang-undang RI No 22 tahun 2001 tentang Migas.