Pipa Dimakan Usia, Air PDAM Hilang 38 Persen
Keterangan Gambar :

Pipa Dimakan Usia, Air PDAM Hilang 38 Persen

51 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengungkapkan tingkat kehilangan air yang terjadi saat ini mencapai 38 persen atau turun dibanding sebelumnya 43 persen dari total air yang terdistribusi.

“Kami sudah berusaha menekan tingkat kehilangan air, dari 43 persen menjadi 38 persen. Memang butuh pekerjaan ekstra untuk mengurangi tingkat kehilangan meskipun hanya satu persen,” kata Direktur PDAM Kota Kendari, Damin di Kendari, Kamis.

Ia mengatakan salah satu yang menyebabkan tingkat kehilangan air adalah sistem perpipaan yang sudah termakan usia sehingga banyak yang bocor, kemudian ada pekerjaan jalan yang biasa membuat pipa bocor meskipun itu pipa baru.

“Kondisi ini menyebabkan kita belum bisa melakukan pelayanan pendistribusian air setiap hari seperti yang diharapkan oleh masyarakat,” katanya.

Tetapi pada titik-titik tertentu, kata Damin, sudah bisa dilakukan pendistribusian setiap hari tetapi belum bisa 24 jam. Di beberapa titik atau kawasan lain pendistribusian dilakukan sekali dalam dua hari.

“Selain itu, kondisi listrik PLN juga mempengaruhi pendistribusian karena kita masih tergantung kepada listrik PLN untuk pompa distribusi air,” katanya.

Ia mengaku akan terus membenahi sejumlah titik jaringan pipa yang mengalami kebocoran, kemudian aktif melakukan pengawasan di lapangan agar tidak ada pencurian air oleh pihak tidak bertanggung jawab.

“Untuk membenahi jaringan pipa yang ada, kami tidak tergantung lagi dari subsidi Pemkot Kendari selaku pemilik perusahaan ini, tetapi kami sudah menggunakan dana sendiri atau hasil keuntungan setiap bulan,” katanya.

“Kami juga membenahi layanan kepada pelanggan seperti pencatatan air yang awalnya dilakukan secara manual sekarang menggunakan alat bantu,” katanya.

Damin meminta maaf kepada pelanggan karena belum bisa memberikan pelayanan terbaik dan maksimal seperti yang diharapkan masyarakat, tetapi pihaknya terus melakukan pembenahan dan perbaikan layanan.(ANT)

About author