Pipa Air Melintang di Jalan Hauling PT. VDNI Disebut Rugikan Petani Tambak
Keterangan Gambar :

Pipa Air Melintang di Jalan Hauling PT. VDNI Disebut Rugikan Petani Tambak

241 views
0

Konawe, Radarsultra.co.id -Petani Tambak di Dusun Dunia Baru, Desa Kapoiala Baru, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan Pipa Air yang melintang di sepanjang jalan hauling PT Virtue Dragon Nickel Industri (PT. VDNI) di Morosi yang dianggap sangat merugikan petani tambak.

Rahmat (27), salah seorang pemilik tambak ikan bandeng, udang dan kepiting di desa tersebut mengatakan, selain menghalangi aktivitas petani di wilayah tersebut, pipa tersebut juga menutup akses perekonomian warga di wilayah tersebut, karna menutup full jalanan Umum yang sering di lalui Masyarakat untuk melakukan aktifitas ekonomi.

Ia mengatakan Jalanan yang di tutup full itu adalah jalan yang menghubungkan antara Dusun 1 ke dusun II Desa Kapoiala baru. Jalan tersebut juga menghubungkan ke Kota Kecamatan Kapoiala dan Desa Laosu .

Iya pak, pipa tersebut memang sangat menghalangi saya dan sangat menganggu Ketika saya mau ke Empang untuk melakukan aktifitas perekonomian, karna saya harus menunduk dulu ke bawah baru bisa Melewati PIPA AIR Tersebut,” kata Rahmat kepada Awak Media, Rabu, (27/05/2020).

“Selain Itu Kalau saya mau panen, kan biasanya pedagang yang datang langsung ke empang saya untuk membeli hasil panen, karna pipa tersebut menghalangi, para pedagang biasanya sangat kesulitan dan merasa risih untuk datang ke Empang saya karna tidak ada tempat lewat masuk karna terhalang pipa air PT. VDNI yang melintang di pinggir jalan hauling tersebut,” lanjutnya.

Rahmat adalah seorang petani tambak yang memiliki tambak seluas kurang lebih 5 (lima) hektar di Desa Kapoiala, akibat adanya pipa air di jalan Hauling tersebut, Rahmat mengaku mengalami kerugian hingga 5 (lima) juta rupiah untuk 1 (satu) petak tambak yang dimilikinya.

Rahmat mengungkapkan, agar tidak menghalangi jalan, ada baiknya kalau pipa tersebut di tanam atau ditambah ketinggiannya.

Mungkin solusinya seperti itu biar tidak mengganggu saya dan masyarakat jika ingin beraktifitas ke Empang, dan saya berharap perusahaan Tidak menutup akses perekonomian masyarakat. Kalau perusahaan tidak mengindahkan Hal ini mungkin Saya dan Masyarakat yang merasa di rugikan Juga akan menuntut hak saya, dan akan menutup jalan hoaling PT. VDNI di desa Kapoiala baru,” ungkapnya.

Menurut Rahmat, masalah pipa ini sebelumnya sudah banyak masyarakat yang mempermasalahkan namun tidak pernah di indahkan dan mendapat respon yang serius oleh pihak perusahaan.