Petani Koltim Kembangkan Cabe Berbuah Lebat
Keterangan Gambar :

Petani Koltim Kembangkan Cabe Berbuah Lebat

862 views
0

Kolaka Timur, Radarsultra.co.id – Para petani di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), berencana akan mengembangkan tanaman cabe merah berbuah lebat dengan penggunaan pupuk organik.

Hariyanto petani di Kecamatan Mowewe, kepada wartawan, Selasa (11/4) mengatakan, para petani berencana mengembangkan berbagai jenis cabe yang berbuah lebat dengan menggunakan pupuk organik.

Menurut dia, tanaman cabe tersebut diharapkan hasil panennya maksimal, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar tradisional karena selama ini sering kekurangan akibat rendahnya hasil panen petani lokal.

“Petani Mowewe mampu memproduksi pupuk tersebut secara kelompok memanfaatkan berbagai limbah pertanian, seperti merang atau kulit padi kasar bekas panen padi,” katanya.

Petani Mowewe

Budia petani lain mengaku, jelang kemarau petani di Kecamatan Mowewe memilih tanaman hemat air, biasanya mereka kembangkan jagung dan buah timun, bagi petani yang memiliki cadangan air berencana menanam cabai berbuah lebat.

Kebutuhan cabe di Kecamatan Mowewe cukup tinggi, kata dia, apa lagi pada saat menjelang bulan Ramadhan. Harapannya, cabe berbuah lebat itu, bisa penuhi permintaan pasar lokal.

Dikatakannya, usaha tani budidaya cabai keriting hibrida maupun cabe kecil (rawit, cengek) cukup diminati oleh petani di Mowewe maupun Koltim, karena tanaman tersebut cocok dan potensial dikembangkan selain itu harganya stabil.

Sementara itu Hasyim petani lain mengaku, lahan pertanian di Koltim cocok dan potensial ditanam cabai merah, selain itu petani mudah menjual hasil panen mereka bahkan sebagian sudah bekerjasama dengan perusahan pengolah makanan.

Petani cabe merah yang sudah melakukan perjanjian dengan perusahaan pengolah makanan, kata dia, hasil panen langsung dibawa ke pedagang, sehingga mereka hanya merawat tanaman cabai merah tersebut karena pembelinya jelas.

Laski Paemba, Kepala Dinas Pertanian Koltim menuturkan, sebagian petani yang mengembangkan tanaman cabe dibeberapa wilayah di Koltim berdasarkan kemauan sendiri, meskipun Bupati Koltim memiliki program gerakan tanam cabe di Koltim.(C).

About author