Perlukah Ujian Nasional Dihapus?
Keterangan Gambar : BADI FARMAN. D

Perlukah Ujian Nasional Dihapus?

190 views
0

Butur, Radarsultra.co.id – Dalam Ujian Nasional (UN), sudah lama di perbincangkan dari tahun ketahun, artinya setiap pergantian kepemimpinan di Indonesia selalunya membincangkan perihal UN tersebut.

Tetapi dalam masa kepemimpinan Presiden ke 7 kali ini, dan di angkatnya menteri pendidikan dan kebudayaan yang sangat mudah dari menteri-menteri sebelumnya, dan di angkatnya menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang bukan basic keilmuannya menjadi perbincangan di kalangan masyarakat, terutama di kalangan yang basic keilmuannya pendidikan.

BADI FARMAN. D

Tetapi bagi saya itu bukan menjadi persoalan, yang menjadi persoalan yaitu mampukah merubah Sistem Ujian Nasional itu menjadi Sistem yang memudahkan siswa/siswi dalam menaungi pendidikan tersebut, sebagaimana dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang termuat dalam alinea ke 4 yang berbunyi “Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah dara Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

Dari penjelasan Undang-undang diatas bahwasanya Negara berkewajiban mencerdaskan bibit-bibit unggul bangsa, yang nantinya merekalah yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini.

Tetapi dalam penggantian Ujian Nasional ini masih buah simalakama bagi pendidikan di tingkat dasar sampai menengah keatas, karena bagi tenaga pendidikan dengan adanya penggantian Ujian Nasional belum jelas arahnya seperti apa.

Tetapi kali ini saya akan memberikan pandangan dalam penggantian Ujian Nasional ini yang di wacanakan oleh Mendikbud, dari sisi politik dan dari sisi pemberdayaan generasi milenial sekarang ini.

Pertama saya akan membicarakan terkait Pandangan saya dari sisi Pemberdayaan generari, kalau dari sisi Pemberdayaan Generasi, menteri pendidikan dan kebudayaan dia akan melahirkan Generasi-generasi yang tidak terfokus pada kejuruannya, artinya kejuruan itu tidak menjamin seseorang untuk terfokus pada itu saja, melainkan dia bisa mengaktualisasikan dirinya di segala bidang. Nah” dari sini kita sudah bisa melihat bahwasannya untuk penggantian Ujian Nasional ke sistem yang lain itu tidak ada pengaruhnya sebap, yang akan dilihat itu adalah bagaimana perkembangannya sesuai tidak dengan perkembangan generasi sekarang.

Kedua dari sisi politik, ini bisa saja kita berasumsi secara luas, kenapa saya katakan demikian karena politik itu adalah untuk merubah suatu kebijakan. Na’ kalau kita kaitkan dengan pendidikan itu boleh jadi adalah salah satu produk percobaan dari pemerintah sendiri karena mereka akan melihat sejaumana ke efektifan kebijakan yang mereka buat. Saya mau katakan bahwa kita ini adalah sebagai bahan uji coba dari pemerintah sendiri atau sebagai objek dalam melakukan kebijakan-kebijakan yang mereka buat.

Dan kekurangan dari ujian nasional itu sendiri yaitu akan menekan siswa/siswi dalam mengeksplorasikan diri mereka, sehingga untuk beraktifitas yang lain tidak lagi di lakukan di sebapkan tekanan untuk berfokus belajar sama ujian nasional tersebut.  Sedangkan ujian nasional ini bagi saya bukan jaminan kelulusan siswa/siswi karena kenapa saya katakan demikian, karena soal ujian nasional itu adalah bentuk pilihan ganda. Dan saya mau katakan bahwasannya ujian nasional itu “Main tebak-tebakan, dan ujian nasional ini akan menekan siawa/siswi sehingga mereka mengalami yang namanya stres. Ujian nasional ini juga mengajarkan siswa/siswi itu untuk menghafal. Dari dulu pendidikan kita mengajarkan menghafal.  Ki Hadjar Dewantara mengatakan “bahwa seharusnya pendidikan di sekolah itu mengajarkan kita cara berfikir, bernalar, bukan menghafal dan bukan menjawab soal.

Dari penjelasan diatas saya mau katakan bahwasannya ujian nasional (UN) di ganti dan tidak di ganti itu tidak menjadi masalah, selagi itu menjadi poros untuk merubah pola pikir kita dari yang tidak tau menjadi tau. Dan kita  ketahui bersama bahwasannya di era revolusi industri 4.0 ini kita di perhadapkan dengan segala sesuatunya itu menjadi otomatisasi, Na’ dari situlah menteri pendidikan dan kebudayaan akan membuat suatu aturan bahwa ujian nasional itu bukan ukuran dari kesuksesan seseorang, tetapi bagaimana dia bisa memanfaatkan teknologi dan mampu mengaktualusasikan dirinya di segala bidang yang ia lakukan.

Tulisan yang saya buat ini adalah bentuk pandangan saya terkait pendidikan yang dimana dari tahun ketahun sistem pendidikan itu berubah -rubah seiring pergantian kepemimpinan.

Wasalam….

Kendari 31, Desember 2019

BADI FARMAN. D

Penulis pernah menjabat:
Sekretaris Umum  HMI Komisariat FKIP tahun 2017-2018, Dan Sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kelurahan Wandaka (HIPMA-KAWAN)  periode 2015-2016
Dan pernah menjabat di Ketua Bidang Keilmuan di HMJ Jurusan Pendidikan Sejarah.