Perkelahian Dua Kelompok Bermotor, Seorang Security Merenggang Nyawa
Keterangan Gambar :

Perkelahian Dua Kelompok Bermotor, Seorang Security Merenggang Nyawa

644 views
1

Kendari, Radarsultra.co.id – Perkelahian yang terjadi antara dua kelompok bermotor, menyebabkan seorang Security di Universitas Terbuka (UT) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terlibat dalam perkelahian tersebut harus merenggang nyawa setelah terkena sabetan benda tajam di perut bagian kirinya.

Korban diketahui bernama Khalid Sailon (35), seorang Security di UT Kendari, beralamat di Jalan PDAM, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Poasia, Komisaris Polisi (Kompol) Haeruddin, dikatakannya insiden berujung maut tersebut dilakukan oleh sekelompok anak muda yang tidak dikenal pada saat korban bersama empat orang temannya baru saja pulang dari pesta Minuman Keras (Miras) di rumah salah satu temannya di Jalan Jambu Putih, Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia Kota Kendari.

“Kejadiannya tepat di depan perumahan BTN Mahkota Hijau, kelurahan Rahandouna, kecamatan Poasia, Kota Kendari kurang lebih sekitar pukul 01.30 WITA, Sabtu (30/9/2017) dini hari, awalnya korban bersama empat orang temannya sementara mengendarai sepeda motor  yang baru saja pulang dari pesta miras di rumah salah satu temannya atas nama Nanang di Jalan Jambu Putih Poasia,” ungkap Kompol Haeruddin, Sabtu (30/9/2017).

Lebih lanjut, Kompol Haeruddin menceritakan kronologi kejadiannya bahwa sebelum terjadi perkelahian, sempat terjadi aksi sahut sahutan dengan nada keras yang dilakukan oleh kedua kelompok bermotor.

“Dari keterangan saksi, mereka minum berlima, jenis minuman yg di komsumsi yaitu 3 (Tiga) botol Jenever dan 3 (Tiga) botol Bir, stelelah itu mereka berencana pulang ke rumah masing-masing, namun dalam perjalanan dari arah simpang tiga Polsek Poasia menuju arah pasar Andonuhu tiba-tiba di depan Puskesmas Poasia melambung beberapa motor yang dikendarai oleh pelaku dan terjadilah teriakan dari pihak pelaku sehingga korban membalas teriakan pelaku dan berhenti didepan BTN mahkota hijau dan terjadilah perkelahian antara kedua klompok bermotor yang mengakibatkan korban terkena tikaman pada bagian perut seblah kiri sehingga ususnya keluar,” paparnya.

Setelah korban terkena tikaman, korban berteriak kepada temannya bahwa saya kena tikaman sehingga teman korban langsung mengangkat korban dan membonceng untuk dimbawa ke Rumah Sakit (RS) Abunawas namun setelah tiba di RS, sekitar jam 03.00 wita dini hari korban dinyatakan meninggal dunia.

Menindak lanjuti kasus tersebut saat ini pihak Polsek Poasia telah melakukan peninjauan Tempat Kejadian Perkara (TKP) sembari menunggu Laporan Kepolisian (LP) dari pihak keluarga korban untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Tindakan kepolisian kita mendatangi TKP dan mengarahkan korban ke rumah sakit, membuat permintaan visum, kita juga sudah mengarahkan keluarga korban untuk membuat LP, dan kita melakukan lidik terhadap pelaku,” pungkas Haeruddin.(b)