Perangi Kumuh, Pemkot Kendari Kembali Benahi 96 Unit RTLH
Keterangan Gambar : Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain K, SE., ME

Perangi Kumuh, Pemkot Kendari Kembali Benahi 96 Unit RTLH

0

Kendari, Radarsultra.co.id– Sesuai visi misinya, pemerintah Kota Kendari terus berupaya mengurangi jumlah kawasan kumuh di Kota Kendari.

Tahun ini Pemkot Kendari kembali mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk memperbaiki 96 (sembilan puluh enam) unit rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Kendari.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir seperti dikutip dalam web resmi Pemkot Kendari, Kendarikota.go.id mengatakan, setiap tahun Pemkot Kendari terus mengurangi jumlah kawasan kumuh baik melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dan program-program lainnya.

“Perbaikan rumah tidak layak huni melalui program Bantuan Stimulus Rumah Swadaya ini untuk mewujudkan visi misi Kota Kendari sebagai kota layak huni berbasis ekologi, informasi dan teknologi,” kata Sulkarnain Kadir dikutip Radarsultra.co.id dari laman Web resmi Pemkot Kendari, Selasa, 13 Juni 2021.

Isteri Gubernur Sultra Agista Ariany Tutup Usia

Terkait nominal anggaran untuk perbaikan puluhan unit RTLH itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Kendari, Cornelius Padang menjelaskan, tahun ini Kota Kendari mendapatkan DAK sebesar Rp 1,9 Miliar Rupiah

“Melalui dana DAK sebanyak Rp 1 miliar 920 juta itu untuk bantuan 96 rumah tidak layak huni di Kota Kendari sesuai usulan kita yang disetujui kementerian yang mengacu pada data kawasan kumuh, dan tahun ini kita peroleh untuk enam kelurahan,” jelas Cornelius.

Ia mengatakan, bantuan ini akan disalurkan langsung ke rekening masyarakat yang saat ini masih dalam tahap pembuatan rekening di Bank Sultra.

Ratusan Siswa di Kendari Terima Beasiswa dari Wali Kota Kendari

Bantuan ini akan berbentuk dana segar dimana 75 persen digunakan untuk pembelian bahan bangunan dan 25 persen akan digunakan untuk upah kerja dan dalam pemanfaatannya akan dipantau oleh tenaga fasilitator yang mendampingi warga untuk memastikan penggunaan dana tepat sasaran.

“Nilai bantuannya itu sebesar Rp 20 juta per rumah dan nantinya akan ditransfer langsung ke rekening masyarakat penerima. Sifatnya itu masyarakat yang secara swadaya memperbaiki sendiri rumahnya. Dana Rp 20 juta ini 75 persen untuk membeli bahan dan 25 persen untuk upah tenaga kerja,” lanjutnya.

Penyerahan bantuan ini rencananya akan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Kendari kepada warga penerima.