Pengamat Ekonomi Sebut KADIN Tak Optimal Ditangan La Mandi, Anton Timbang Lebih Layak
Keterangan Gambar : Pengamat ekonomi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Syamsir Nur

Pengamat Ekonomi Sebut KADIN Tak Optimal Ditangan La Mandi, Anton Timbang Lebih Layak

0

Kendari, Radarsultra.co.id – Pemilihan Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tinggal menghitung hari. Pada tanggal 11 hingga 12 Januari 2021, seluruh anggota KADIN Sultra akan menentukan nahkoda barunya kepada salah satu dari dua Calon Ketum yakni La Mandi sang petahana dan Anton Tibang sang pengusaha ternama asal Kota Kendari.

Persaingan sengit antara kedua figur semakin memanas hingga Eksistensi organisasi pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang ekonomi itu pun menjadi hal menarik untuk diulas.

Seperti yang dilakukan salah satu pengamat ekonomi dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Syamsir Nur yang mengungkapkan pandangannya tentang eksistensi KADIN Sultra selama 5 (lima) tahun di bawah kepemimpinan sang petahana, La Mandi.

Menurutnya, selama 5 (lima) tahun berjalan di bawah kepemimpinan La Mandi, KADIN Sultra dinilai belum mampu hadir sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah (Pemda) Sultra untuk mengurai permasalahan ekonomi khususnya di bidang industri dan perdagangan.

Kadin belum hadir membangun sinergitas dengan pemerintah daerah secara baik. Padahal sesungguhnya peran Kadin sebagai mitra strategis harus dapat memberikan solusi terkait masalah-masalah yang ada,” kata Syamsir, Jumat, (08/01/2021).

Sebagai Contoh, ia menyebutkan persoalan lapangan kerja, angka kemiskinan, angka pengangguran dan serapan anggaran di Pemda Sultra yang belum mampu mengurai persoalan yang ada di masyarakat.

Kadin harus membangun kolaborasi dengan pemda,” ungkapnya.

Karena itu, Syamsir berpendapat kinerja KADIN Sultra sejauh ini belum optimal dan belum ada prestasi yang menonjol. Hal itu dikarenakan penataan kelembagaan yang belum tuntas juga dampak dari kapabilitas para pengurusnya.

Pak Mandi soal penataan kelembangaannya belum tuntas, karena itu kuncinya. Bagaimana membangun tata kelola kelembagaan yang baik itu kuncinya. Tapi kalau secara kelembagaan juga belum tuntas, apalagi merekrut orang-orang yang menurut saya tidak memahami apa yang harus dikerjakan, tidak kapabel, maka itu menjadi sulit,” imbuhnya.

Kedepan, Syamsir mengingatkan, siapapun yang menjadi Ketua Kadin Sultra harus memperhatikan penataan kelembagaan. Hal lainnya adalah bagaimana membangun daya saing di antara para pelaku usaha dan juga membangun kemitraan dengan Pemda agar ekonomi bisa lebih baik.

Kalau tinggal dua calon, saya secara pribadi mengatakan lebih layak pak Anton Timbang dari pada pak Mandi. Dari sisi jejaring, kemudian kemampuan membangun komunikasi dengan pemerintah juga penting,” kata Syamsir.

Masih menurut Syamsir, KADIN adalah bagian penting dari pemerintah, jadi dinamika ekonomi di daerah ini, selain ada sektor moneter dan fiskal juga ada sektor rill. Kadin harus bisa menjadi mitra pemerintah untuk bagaimana mendorong beberapa sektor-sektor ekonomi potensial dalam jangka panjang.

Yang saya amati bahwa pelaku usaha kita, terutama UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) kita, yang banyak membentuk denyut nadi ekonomi kita di daerah menghadapi beberapa kendala misalnya dari sisi sumber daya manusia, dari sisi produksi, dan sisi pemasaran. Nah, kita harapkan Kadin bisa masuk ke tengah itu, bagaimana mengurai masalah yang dihadapi oleh para pelaku UMKM kita,” jelasnya.

Ia menilai, walaupun saat ini geliat industri terutama pelaku besar, baik itu investasi asing maupun dalam negeri yang bermodal besar sudah hadir, tetapi paling tidak Kadin harus hadir harus membangun sinergitas bagaimana menghadirkan investasi yang sudah ada ini saling bersinergi dengan UMKM.

“Jadi ada keterpaduan antara sektor hulu dan hilir. Kadin juga harus mampu mengurai masalah yang dihadapi oleh para pelaku usaha. Misalnya soal kedelai dan bahan pangan lainnya, di Sultra maupun nasional kita sangat tergantung dengan impor. Padahal sesungguhnya kita memiliki potensi di sektor itu. Inilah yang diharapkan kepada Kadin agar bisa mendorong pemanfaatan di sektor itu,” pungkas Syamsir.