Pemkot Kendari Luncurkan Aplikasi Sisuanto dan E-Proksi Secara Daring
Keterangan Gambar : Launching aplikasi Sisuanto dan E Proksi ( E-SKBT, WBS, Buku Tamu Online, Klik Kowas)

Pemkot Kendari Luncurkan Aplikasi Sisuanto dan E-Proksi Secara Daring

0

Kendari, Radarsultra.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melakukan soft launching aplikasi Sisuanto yang dibuat Kejaksaan Negeri Kendari dan E Proksi ( E-SKBT, WBS, Buku Tamu Online, Klik Kowas) yang dibuat Inspektorat, secara daring di ruang rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari pada Kamis, (19/08/2021).

Ketgam: soft launching aplikasi Sisuanto dan E Proksi ( E-SKBT, WBS, Buku Tamu Online, Klik Kowas)

Sekda Kota Kendari, H. Nahwa Umar menjelaskan, aplikasi ini dibuat untuk melengkapi persyaratan mengikuti kegiatan pelatihan kepemimpinan yang sedang diikuti mantan Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kendari, Sekretaris, Irban Investigasi dan Kasubag di Inspektorat Kota Kendari, selain itu, dengan adanya aplikasi ini, kendepannya akan semakin meningkatkan kualitas layanan pada masyarakat dan kualitas aparatur sipil negara.

Aplikasi ini akan terkoneksi langsung dengan Kejaksaan dan Inspektorat sehingga laporan yang masuk bisa diketahui kemudian apakah ditindaklanjuti oleh Inspektorat atau ditangani Kejaksaan,” ungkap Nahwa.

Kepala Kejaksaan Negeri Kendari Shierley Sumuan yang ikut langsung peluncuran aplikasi tersebut mengaku saat ini memang saatnya memanfaatkan teknologi digital dalam melakukan pekerjaan dan pelayanan pada masyarakat, aplikasi Sistem Aduan Pencegahan Korupsi (SISUANTO) ini juga merupakan terobosan baru dalam menerima aduan dari masyarakat.

Ini tujuannya menyederhanakan sumber daya manusia (SDM) yang ada di Kejaksaan, ketersediaan data lebih mudah dan lebih akurat,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Inspektur Kota Kendari Syarifuddin menjelaskan semua layanan yang diluncurkan ini saling berkaitan satu dengan lainnya utamanya dalam menjalankan fungsi Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan koordinasi dengan Aprat Penegak Hukum (APH) utamanya dalam pencegahan korupsi.

Yang kita koordinasikan yaitu bagaimana kita berbagi informasi, bagaimana kita berkoordinasi terkait penanganan pengaduan masyarakat kemudian peningkatan sumber daya manusia,” katanya.