Pekan Depan, Ribuan  Siswa SMA di Sultra akan Ikuti UN
Keterangan Gambar :

Pekan Depan, Ribuan Siswa SMA di Sultra akan Ikuti UN

51 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id- Sebanyak 32.688 siswa SMA/MA se – Sultra yang tersebar di 17 Kabupaten/Kota akan mengikuti Ujian Nasional (UN) pada Senin mendatang, 10 April 2017. Adapun jumlah sekolah Negeri sebanyak 232 dan Swasta 159.

Sedangkan, untuk peserta UN terbanyak ada di Kota Kendari dengan 4.209 peserta.

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DIKBUD) Sultra Saenal Kamase, mengatakan jumlah peserta UN untuk Sekolah Menegah Atas (SMA) di Sultra berjumlah 32.688 yang tersebar di 17 Kabupaten Kota.

“Peserta Kota Kendari berjumlah 4.209, Kota Bau-Bau 2.612 siswa, Kabupaten Konawe 3.320 siswa, Kabupaten Muna 3.701 siswa, Kabupaten Buton 1.484 siswa, Kabupaten Kolaka 2.312 siswa, Kabupaten Konsel 3.039 siswa kemudian Wakatobi 1.766 siswa. Selain itu, untuk Kabupaten Bombana berjumlah 1.636 siswa, Kolaka Utara 1.306 siswa, Konawe Utara 989 siswa, Buton Utara 943 siswa, Kolaka Timur 1.202 siswa, Konawe Kepulauan 415 siswa, Buton Tengah 1.4 98, Buton Selatan 1.133 dan terakhir Muna Barat dengan 1.123 siswa,” ungkap Saenal Kamase saat ditemui di ruangannya Jumat (7/4/2017).

Ia menambahkan bahwa persiapan pelaksanaan ujian di Kabupaten/Kota sudah siap. Pada akhir Maret naskah soal UN sudah akan terdistribusi ke semua Kabupaten/Kota dan sudah diterima oleh Dinas Pendidikan maupun ketua MKKS dan masalah keamanan kembali kepada sekolah masing-masing.

“Masalah keamanan naskah soal ujian, kami serahkan kesekolah masing-masing. Namun, ada juga Kabupaten/Kota yang bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk keamanannya. Seperti di Bau-Bau, Bombana dan Wakatobi,” tambahnya.

Sementara itu, ia menghimbau semua sekolah, jika ada peserta ujian yang terlibat hukum ataupun sakit.

Sekolah bisa berkoordinasi dengan pihak kepolisian ataupun rumah sakit agar siswa peserta ujian diberikan fasilitas sehingga mereka bisa mengikuti ujian.

“Kalau siswa yang bersangkutan masih bisa menulis dan berfikir, itu masih bisa ditolerir untuk diikutkan ujian,” jelasnya.

Diakhir sesi wawancara ia berharap semua guru yang ditugaskan mengawas ujian, untuk menjaga keamanan, kelancaran maupun kerahasiaan soal agar tidak bocor. (C)

About author