Pedagang PSW Demo, Protes Portal Parkir yang Membuat Sepi Pengunjung
Keterangan Gambar : Kasat Pol PP, Amir Hasan bersama para pedagang pasar sentral wua-wua saat berdiskusi mengenai sepinya pelanggan di pasar sentral wua-wua

Pedagang PSW Demo, Protes Portal Parkir yang Membuat Sepi Pengunjung

125 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Para pedagang pasar Sentral Wua-wua (PSW) berunjuk rasa di Kantor Wali Kota Kendari, Selasa (18/04/17).

Kedatangan mereka dipicu oleh banyaknya keluhan mengenai sepinya pelanggan di pasar moderen tersebut akibat tingginya tarif di portal parkir.

Menurut para pedagang, yang menjadi penyebab utama sepinya pelanggan di pasar tersebut adalah masih eksisnya pasar panjang dan tingginya tarif parkir yang dinilai memberatkan para pengunjung di pasar sentral Wua-wua tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Haji. Liadin (65) dihadapan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP), Amir Hasan yang saat itu mewakili Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari yang sedang berada di luar kota saat puluhan pedagang pasar sentral Wua-wua mendatangi kantor Wali Kota Kendari untuk menyampaikan aspirasinya.

“Sudah hampir dua bulan kita menjual disana tapi pembelinya tidak ada, awal-awalnya kita masuk pak banyak orang yang berkunjung, tapi sekarang sejak adanya itu portal parkir seakan-akan mengusir pengunjung yang akan datang berbelanja di pasar pak. Sehingga terasa sekali sampai saat ini pengunjung kita untuk belanja di pasar baru itu tidak ada,” ungkap H. Liadin (18/04/17).

Menurut Liadin, tarif parkir portal pasar sentral wua-wua yang dikelolah oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Kendari tersebut sangat memberatkan para pelanggan dengan tarif yang terus berubah tiap jam kunjungannya.

“Biaya yang harus dibayar ke portal itu kalau masuk satu jam bayarnya Rp 2000 tapi itu hanya harga pada jam pertama saja, kalau sudah masuk tiga atau empat jam para pengunjung harus membayar sampai Rp 8000 untuk portal itu karena tarifnya terus naik tiap jam nya,” tukasnya.

Liadin juga mengatakan bahwa para pedagang pasar sentral tersebut sudah beberapa kali mendiskusikan ke pada pihak Dispenda Kota Kendari mengenai portal parkir di pasar sentral tersebut agar dihentikan sementara untuk menarik minat pengunjung di pasar tersebut.

“Saya sudah beberapa kali bicara sama Dispenda meminta supaya portal itu untuk sementara kalau bisa dihentikan supaya pengunjung pasar baru ini supaya rame-rame datang tetapi alasannya dispenda bahwa portal itu dipihak ketigakan, bukan lagi punya dispenda, alasan yang kedua jikalau tidak ada portal akan banyak parkir liar yang berdatangan, tapi nyatanya portal yang terpasang di pasar sentral wua-wua itu hanya mengusir para calon pembeli kami,” kata H. Liadin.

Menanggapi Hal tersebut, Kasat Pol PP, Amir Hasan belum bisa berkomentar banyak, namun pihaknya mengatakan bahwa untuk mendapatkan solusi terbaik, pihak pemerintah kota terkait akan mengundang dinas terkait, dalam hal ini Dispenda Kota Kendari untuk membicarakan mengenai portal parkir tersebut.

“Tugas kami sebagai Satpol PP disini hanya untuk menjaga aset dareah Kota Kendari, dan mengenai tarif parkir di pasar sentral wua-wua itu nanti kita bisa bicarakan bersama dinas terkait dalam hal ini Dispenda kota Kendari,” ungkap Amir Hasan. (B)